Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Ada "Jasmerah" di Balik Pencalonan Budi Gunawan

SABTU, 17 JANUARI 2015 | 10:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Yang lebih banyak "bermain" dalam polemik pergantian Kepala Polri adalah kelompok partai politik. Mereka ingin men-drive banyak hal agar kebijakan presiden tetap sesuai keinginan mereka.

Demikian dikatakan Direktur Populi Center, Nico Harjanto, dalam diskusi "Kali ini tidak 86" yang disiarkan oleh radio smartfm, pagi ini (Sabtu, 17/1).

"Ini tentu tidak terlepas dari proses konstelasi politik, ada kepentingan subjektif yang bermain. Padahal situasi saat ini tidak mengharuskan adanya pergantian (Kapolri) mendadak," terangnya.


Mengapa pergantian Kapolri bukan hal yang urgen saat ini, menurut Nico karena Kapolri yang lama, yaitu Jenderal Pol Sutarman, masa memiliki masa aktif yang cukup lama di kepolisian (sampai Oktober 2015). Selain itu, situasi keamanan nasional masih kondusif, dan kinerja pengamanan pemilihan umum 2014 juga termasuk baik.

"Tidak ada alasan objektif untuk pergantian Kapolri sekarang ini," tegasnya.

Menurut dia, dalam kasus pencalonan Komjen Budi Gunawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikepung empat penjuru yaitu DPR, KPK, Mabes Polri dan Teuku Umar (kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri).

Nico mengatakan, keterjepitan Jokowi di antara empat kekuatan besar ini seperti membuatnya pusing sekali. Kepentingan subjektif partainya sendiri (PDIP) membuat Jokowi terjepit karena "terpaksa" mencalonkan orang yang bermasalah.

"Saya kira sudah jelas, kepentingan subjektif partai ini sangat menyulitkan presiden. Dulu zaman Bung Karno ada Jasmerah yaitu jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Sekarang Jasmerah adalah jangan sampai Mega marah," ungkapnya.

"Kekuatan partai pendukung presiden memiliki pengaruh atau daya tawar sangat tinggi, dan tak bisa kita nafikan sehingga pergantian ini sekarang sangat anomali," tambah Nico. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya