Berita

presiden joko widodo/net

Politik

Mensos: Tidak Boleh Meleset, 15,5 Juta Warga Miskin Mesti Punya Kartu Sakti

KAMIS, 15 JANUARI 2015 | 23:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Data valid diperlukan dalam upaya pengurangan kemiskinan melalui program "kartu sakti" pemerintah. Pengadaan kartu-kartu itu, seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat, adalah salah satu langkah memudahkan akses warga miskin memperoleh hak-hak normatif.

Warga miskin berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak mereka dan untuk keberlangsungan ekonomi keluarga," kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, saat menerima kunjungan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (15/1).

Menurut dia, pemerintah menargetkan 15,5 juta warga miskin memperoleh "kartu sakti" dan memanfaatkannya. Itu adalah target yang tidak boleh meleset. Keabsahan data mesti jadi pegangan instansi-instansi yang terkait.


"Data valid menjadi sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tanpa adanya data yang sahih, penanganan kemiskinan hanyalah mimpi," ujarnya.

Sinergitas pendataan di daerah mutlak diperlukan, misalnya di antara Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayan. Sementara DPRD bisa melakukan pengawasan atas implementasi pendataan, maupun validitas data yang dihasilkan.

Pemerintah mengeluarkan beragam model kartu sebagai realisasi program mengurangi kemiskinan. Yaitu, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS).

Pada Januari ini, KIS ditargetkan menjangkau 96,4 juta jiwa ditambah 1,7 juta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), 320 ribu narapidana, serta 8,3 juta cadangan. KKS ditargetkan menjangkau 15,8 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan 340 ribu PMKS.

KIP diusahakan menjangkau 19 juta siswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ditambah KIP dari para siswa Kementerian Agama (Kemenag). [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya