Berita

benny kabur harman/net

Politik

Demokrat: Pengangkatan Budi Gunawan Mencoreng Sejarah Negeri

KAMIS, 15 JANUARI 2015 | 12:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Meski Rapat Pleno Komisi III telah memutuskan menerima pengangkatan Budi Gunawan dan hasilnya telah disampaikan dalam rapat paripurna, Fraksi Demokrat tetap mengusulkan agar persetujuan DPR tersebut ditunda dalam rapat paripurna.

Menurut Demokrat, pengangkatan Komjen Pol Budi Gunawan akan mencoreng sejarah Indonesia. Pasalnya, untuk kali pertama presiden akan mengangkat seorang tersangka menjadi Kapolri.

"Apabila Komjen Pol Budi dipaksakan jadi Kapolri maka diyakini tidak akan mendapatkan kepercayaan rakyat. Apalagi Polri dituntut secara aktif menegakkan hukum, termasuk memberantas korupsi," begitu kata Ketua DPP Demokrat Benny Kabur Harman saat menyampaikan pandangan partai dalam rapat paripurna di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 15/1).


DPR seharusnya bisa melakukan pendalaman dan klarifikasi terlebih dahulun atas dugaan keterlibatan Budi Gunawan melalui konsultasi dengan Presiden, KPK, Kompolnas, dan Budi Gunawan.

Apalagi, masa jabatan Kapolri Jenderal Sutarman baru berakhir pada Oktober 2015. Sehingga masih bisa menjalankan tugas, setidaknya sampai klarifikasi kasus Budi Gunawan selesai.

"Jika presiden atau DPR mengabaikan ketetapan KPK, maka akan berakibat buruk. Rakyat akan menilai dua lembaga ini tidak serius mendukung upaya pemberantasan korupsi," tandas wakil ketua Komisi III itu.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya