Berita

ilustrasi pencarian pesawat airasia/net

Dunia

Tragedi QZ8501 Picu Kritik Soal Pelatihan Reguler Pilot

SABTU, 10 JANUARI 2015 | 13:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Proses evakuasi dan investigasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di wilayah perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah 28 Desember lalu masih terus dilakukan hingga saat ini.

Penyebab pasti jatuhnya pesawat jenis Airbus A320 itu sendiri juga masih belum dapat dipastikan. Sehingga, agaknya masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah pesawat yang bertolak dari Surabaya menuju Singapura itu jatuh karena kesalahan pilot, masalah teknis, masalah cuaca, ataupun kombinasi sejumlah faktor lainnya.

Namun ada sejumlah spekulasi yang menyebut bahwa pilot sepertinya kehilangan kendali dan tidak mampu mengendalikan pesawat di saat kritis hingga terjun ke lautan.


Hal itu kembali memicu timbulnya kritik yang menyebut bahwa program pelatihan pilot harusnya bisa lebih ditingkatan agar para pilot terlatih ketika menghadapi kondisi kritis dalam penerbangan.

"Pelajaran (dari kejadian ini) belum dipelajari saat ini," lata salah satu komentator terkemuka industri keselamatan penerbangan David Learmount.

"Semua orang tahu apa masalahnya, tapi tidak ada yang melakukan sesuatu tentang hal itu," sambungnya.

Alasan mengapa pelatihan pilot semacam itu perlu ditingkatkan adalah, dalam beberapa kasus ditemukan bahwa pilot yang kehilangan kontrol menjadi penyebab tunggal kecelakaan udara. Dua contoh kasus yang pernah terjadi adalah tragedi jatunnya pesawat Air France yang terbang dari Rio De Janeiro menuju Paris pada tahun 2009 dan turboprop Colgan Air di dekat Buffalo, New York.

Dalam kedua kasus tersebut, pilot yang menghadapi kondisi kritis diduga mengabaikan peringatan soal kemungkinan pesawat menghadapi stall, atau kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkatnya karena aliran udara di atas sayap terlalu lambat.

Seperti dimuat Reuters (Jumat, 9/1), dalam pelatihan klasik terkait stall, pilot biasanya diserukan untuk mendorong kontrol agar tetap maju membawa pesawat turun sehingga akan terbang lebih rendah hingga mengembalikan kecepatan yang stabil. Kondisi tersebut efektif akan tetapi kurang memerikan kenyamanan.

Namun selama 30 tahun terakhir, sebagian besar maskapai mendorong pilot agar bisa lebih membawa pesawat dalam keadaan stabil keluar dari kondisi stall dengan meningkatkan level pesawat sebisa mungkin.

Menurut mantan kepala pilot uji coba Airbus, Claude Lelaie, dalam pelatihan stall, prosedur semacam itu tidaka akan membantu dan justru menyebabkan kecelakaan lebih lanjut. Karena itu ia menyerukan pentingnya memastikan bahwa pilot menerima pelatihan penyegaran reguler terkait prosedur di kokpit. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya