Berita

martin hutabarat/net

Politik

CALON KAPOLRI

Martin: Presiden Mesti Hati-hati Pertimbangkan Dukungan Komisi III

JUMAT, 09 JANUARI 2015 | 19:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jika memang Presiden Joko Widodo menginginkan pergantian Kapolri dalam waktu dekat, cukup banyak calon dari Pati (perwira tinggi) Polri yang layak dipertimbangkan.

Dari Pati berbintang tiga ada nama Komjen (Pol) Badroddin Haiti, yang kini menjabat Wakapolri berasal dari angkatan 1982. Bahkan dari bintang dua, Irjen Pol. Drs. Unggung Cahyono yang masih menjabat Kapolda Metro Jaya pun disebut berpeluang menjadi Kapolri kalau diinginkan oleh Presiden seperti halnya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo.  

"Akan tetapi Presiden kelihatannya belum berniat hendak mengganti Kapolri dalam waktu dekat ini. Saya belum melihat tanda-tanda ke arah itu. Kapolri Sutarman pun mengakui bahwa Presiden belum memberikan petunjuk tentang penggantian Kapolri," kata anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (9/1).


Mungkin saja Presiden masih mengevaluasi calon-calon yang sering disebut namanya di media massa media. Di samping itu masa tugas Sutarman sebagai Kapolri sebenarnya masih 10 bulan lagi sehingga hal ini tentu ikut jadi pertimbangan.

Namun di luar alasan itu semua, ujar Martin, satu hal yang perlu hati-hati dipertimbangkan oleh Presiden adalah dukungan Komisi III DPR terhadap calon Kapolri yang akan diajukannya. Sebab, kalau Komisi III menolak calon Kapolri yang diajukan Presiden, berarti sia-sia usaha Presiden mencari calon Kapolri yamg mumpuni seperti yang diharapkannya.

Bila Presiden harus mengajukan calon lain, bisa-bisa proses pergantiannya akan memakan waktu lama. Sebab proses pergantian Kapolri tidak sama dengan proses penggantian KSAD, KSAL dan KSAU.  

"Meski demikian, siapapun dan kapanpun calon Kapolri yang baru itu akan diajukan oleh Presiden, kita harapkan figurnya nanti adalah orang yang dapat memimpin organisasi Kepolisian ini dengan baik dan yang dapat meneruskan reformasi di tubuh kepolisian ini ke depan," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya