Berita

imam nahrawi/net

Olahraga

Tepat Sekali Langkah Menpora Membentuk Tim Sembilan

KAMIS, 08 JANUARI 2015 | 18:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Terpilihnya Imam Nahrowi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga RI menjadi pembuka dari salah satu episode persepakbolaan negeri ini, setelah tiap episode sebelumnya berakhir tidak menyenangkan.

Hal ini menjadi topik diskusi terbatas Indonesia Sport Network (ISN) dengan beberapa fans sepakbola kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu sore (8/1), seperti dikabarkan lewat rilis yang diterima redaksi.

Sebagai think tank yang fokus pada perkembangan olahraga Indonesia, ISN menilai Imam Nahrowi harus memastikan bahwa episode miliknya saat ini berakhir dengan prestasi.


Karena itu, ISN menilai, langkah Menpora membentuk Tim Sembilan adalah langkah yang tepat untuk mencari titik masalah dan kemudian merekomendasikan solusi untuk kebangkitan persepakbolaan negeri ini.

"Langkah Menpora membentuk Tim Sembilan tepat sekali. Masalah persepakbolaan di negeri ini sudah saatnya diakhiri,” kata Managing Director ISN, Rosyid Jazuli.

ISN menilai keberadaan Tim Sembilan diperlukan untuk mendorong terjadinya perbaikan dalam tata kelola keolahragaan nasional, terutama sepakbola. Keberagaman latar belakang anggota tim merupakan langkah tepat untuk melihat masalah sepakbola dari banyak sisi.

ISN meyakini, sementara banyak orang menyalahkan politik sebagai penyebab buruknya prestasi, banyak yang lupa kalau banyak aspek selain itu yang menyebabkan prestasi sepabola terperosok.

"Beberapa aspek yang sering terlewatkan misalnya keberpihakan media, pendidikan pemain, budaya pemain dan tim kepelatihan di PSSI sendiri," terang Rosyid.

Tim Sembilan resmi didirikan pemerintah pada Jumat 2 Januari lalu. Tim beranggotakan tokoh-tokoh dari berbagai kalangan. Yaitu mantan Wakapolri Komjen Oegroseno; sosiolog, Imam Prasojo; mantan Ketua PPATK, Yunus Husen; mantan pemain sepak bola, Ricky Yakobi; Deputi V Kemenpora, Gatot S Dewa Broto; wartawan, Budiarto Shambazy; akademisi dari Universitas Negeri Surabaya, Nurhasan; mantan Duta Besar Indonesia di Swiss, Joko Susilo; dan mantan Direktur Pencegahan KPK Eko Tjiptadi.

Namun kemarin Budiarto Shambazy menyatakan mengundurkan diri dari Tim Sembilan demi menjaga independensi media massa tempatnya bekerja. [ald] 

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya