Berita

jokowi-jk

Politik

Jelang 100 Hari, Pemerintahan Jokowi Cuma Menyengsarakan Rakyat

KAMIS, 08 JANUARI 2015 | 15:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak lama lagi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan genap berjalan 100 hari. Bagi para pakar dan polster politik papan atas, satu periode 100 hari dianggap cukup mewakili gambaran kinerja pemerintah di masa mendatang.
 
Sayangnya, dalam 100 hari tersebut pemerintah belum menunjukkan kebijakan dan perubahan berarti bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, mengatakan, yang dilakukan pemerintah sejauh ini lebih banyak pada pencitraan dan permainan opini.


"Apa yang telah dilakukan pemerintah selain hanya pencitraan yang berlebihan dan membuat opini seolah-olah apa yang telah diputuskan pemerintah adalah benar dan demi rakyat? Nyatanya berbagai kebijakan pemerintah tidak pro rakyat dan membuat beban hidup rakyat bertambah dengan mencabut berbagai subsidi," ujar Jajat dalam keterangan persnya, Kamis (8/1).

Bahkan dikatakannya, cara Jokowi memerintah sudah menunjukkan bahwa ia adalah seorang neoliberalis atau neollib sejati.

Menurut dia, seorang pemimpin bermazhab neolib hanya tunduk pada harga pasar. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa pasar dapat dikendalikan oleh golongan tertentu, tanpa memikirkan apa dan bagaimana nasib rakyat kecil.

"Harapan besar rakyat, terutama kalangan menengah ke bawah yang merupakan basis terbesar yang mengantar Jokowi jadi Presiden untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik sepertinya akan sia-sia. Belum genap 100 hari memerintah saja sudah menyengsarakan rakyat, bagaimana nanti ke depannya?" tutup Jajat. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya