Berita

foto: ilustrasi kampanye anti pemerkosaan di india/net

Dunia

Sepanjang 2014, Lebih dari 2 Ribu Pemerkosaan Terjadi di New Delhi

SENIN, 05 JANUARI 2015 | 12:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tingkat perkosaan yang terjadi di New Delhi India meningkat sekitar sepertiga kali lipat pada tahun 2014 lalu.

Menurut laporan tahunan yang dirilis oleh kepolisian New Delhi, tercatat bahwa sepanjang tahun 2014, tepatnya sejak awal tahun hingga tanggal 15 Desember, ada sebanyak 2.069 kasus pemerkosaan yang dilaporkan. Jumlah tersebut meningkat 31,6 persen dari tahun sebelumnya, di mana tercatat ada 1.571 kasus pemerkosaan yang terjadi.

Kendati jumlah kasus pemerkosaan yang dilaporkan meningkat, namun Komisioner Kepolisian Delhi, Bhim Sain Bassi menolak asumsi yang menyebut bahwa New Delhi merupakan kota yang berbahaya bagi perempuan.


"Banyak kasus yang dilaporkan saat ini terjadi karena wanita sudah merasa lebih percaya diri untuk mendekati kami," sebutnya, seperti dimuat AFP (Minggu, 4/1).

New Delhi diketahui mendapatkan citra buruk terkait pemerkosaan terutama ketika terjadi kasus pemerkosaan sadis terhadap seorang mahasiswa oleh sekelompok pria di sebuah bus yang tengah melaju dua tahun lalu. Kasus tersebut memicu protes massa yang menuntut dilakukannya reformasi hukum serta kepolisian.

Sejak saat itu, ada peningkatan penekanan pada pelatihan petugas untuk menangani kasus pemerkosaan.

Bassi juga menekankan, polisi kota telah berhasil memecahkan sekitar 62 persen dari semua kasus kejahatan terhadap wanita yang dilaporkan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya