Berita

martin hutabarat/net

Politik

POLEMIK HARGA BBM

Manajemen Pemerintah yang Jelek Kembali Mengorbankan Rakyat

SENIN, 05 JANUARI 2015 | 11:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jika pemerintah bisa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 2.000 yang disusul kenaikan harga barang kebutuhan rakyat, maka pemerintah juga bertanggung jawab menurunkan harga-harga kebutuhan tersebut ketika harga BBM diturunkan.  

Penegasan itu disampaikan anggota DPR RI, Martin Hutabarat, menanggapi penurunan harga BBM jenis premium dan solar per 1 Januari 2015. Meski harga BBM sudah diturunkan menjadi Rp 7.600, namun hal itu tidak diimbangi turunnya harga-harga kebutuhan pokok rakyat dan tarif angkutan umum yang sebanding.

Martin mengatakan, sejak awal DPR RI dan publik sudah mengingatkan agar pemerintah tak perlu menaikkan harga BBM sampai Rp 2 000 per liter. Kenaikan harga BBM paling tinggi cukup Rp 1.000 agar harga-harga tidak melonjak terlalu besar jelang Natal dan Tahun Baru, dan agar inflasi tahun 2014 juga bisa tetap lebih rendah dari tahun 2013.


"Di samping itu, harga BBM dunia pun sudah turun 50 persen menjadi 55 dollar AS per barel. Diperkirakan harga minyak dunia ke depan akan stabil di sekitar harga tersebut, karena Amerika Serikat menemukan cadangan minyak non-konvensional berupa shale oil, yakni minyak yang diperoleh dengan memanaskan bebatuan yang depositnya lebih 1 triliun barel. Dengan demikian ada kelebihan pasokan minyak dunia cukup besar," ujar Martin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/1).  

Anggota Fraksi Gerindra ini menegaskan tidak ada alasan yang rasional yang membuat pemerintah harus memaksakan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter. Ia berpendapat, kebijakan menaikkan harga setinggi itu terkesan emosional dan tidak rasional. Tidak dipertimbangkan matang-matang dampak baik buruknya, sehingga hanya dalam waktu satu bulan harga direvisi dan diturunkan. Padahal dengan kenaikan Rp 1.000 rupiah per liter, lanjut Martin, pemerintah sudah mendapat keuntungan karena harga minyak dunia yang semakin murah.  

"Ini manajemen pemerintahan yang sangat jelek, terkesan tidak menguasai masalah. Hal ini tidak boleh diteruskan," kata anggota DPR dari Dapil Sumatera Utara 3 ini.

Akibat dari keputusan menaikkan harga BBM Rp 2.000 rupiah per liter dan kemudian sebulan lagi menurunkannya Rp 900 per liter, harga-harga di pasaran yang terlanjur naik tidak ikut turun. Akibat selanjutnya adalah rakyat yang dirugikan. Rakyat kembali jadi korban dari keputusan pemerintah yang tidak matang.

"Kita meminta agar tugas pemerintah sekarang adalah mengusahakan harga-harga barang di pasar turun. Pemerintah jangan hanya tahu menaikkan harga, tapi tidak bertanggung jawab menurunkan harga yang sudah terlanjur naik karena putusan yang emosional dan tidak rasional," pungkas Martin. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya