Berita

ilustrasi/itar-tass

Dunia

TRAGEDI QZ8501

Ikut Gabung Operasi SAR, Rusia Siapkan Armada Canggih Hingga Penyelam Profesional

SABTU, 03 JANUARI 2015 | 16:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia ikut bergabung menjadi salah satu negara yang mengirimkan tim penyelamat untuk membantu upaya pencarian dan evakuasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di wilayah perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

"Sebuah tim gabungan dari Kementerian Darurat Rusia telah bergabung dengan pencarian sebagai bagian dari upaya internasional atas kecelakaan udara sebuah pesawat A-320," kata kepala operasi yang juga merupakan pimpinan pakar militer Kementerian Darurat Rusia Eduard Chizhikov (Sabtu, 3/1).

Grup pertama tim penyelemat Rusia diterbangkan dengan pesawat Be-200 ke Pangakalan Bun untuk bergabung dengan tim SAR Indonesia.


"Hari ini, seluruh grup Rusia akan diterbangkan ke area," sambungnya.

Ia menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Basarnas terkait penggunaan sejumlah armada canggih seperti pesawat amfibi Be-200 pesawat amfibi dan Folkon remote control deepwater vehicle.

Itar-tass
mengabarkan, Deputi Menteri Darurat Rusia Vladimir Stepanov memastikan, ada lebih dari 160 orang tim penyelamat Rusia yang dipersiapkan untuk beroperasi di Indonesia.

Sementara itu berdasarkan laporan MetroTV terbaru beberapa saat lalu, sejauh ini telah ada sekitar 70 orang tim penyelamat Rusia di pangkalan Bun. 22 orang di antaranya adalah penyelam profesional yang siap membantu mencari korban di bawah laut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya