Berita

foto: net

Dunia

Pakar Penerbangan Heran, QZ8501 Sempat Terbang dengan Kecepatan Rendah

JUMAT, 02 JANUARI 2015 | 12:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pakar penerbangan dari University of NSW Australia Peter Marosszeky mengaku heran dengan kemungkinan pesawat AirAsia QZ8501 yang terbang dengan kecepatan terlalu rendah ketika menghadapi cuaca buruk.

Pada saat musibah terjadi, pesawat jenis Airbus A320-200 itu diperkirakan terbang dengan kecepakan sekitar 61 knot. Kecepatan itu dinilainya terlalu lambat.

Kondisi pesawat yang terbang terlalu rendah itu, jelasnya seperti dimuat Daily Mail (Jumat, 2/1), agaknya cukup dapat menjelaskan mengapa puing pesawat ditemukan sekitar 10 kilometer dari titik terakhir kontak radar diketahui menghilang.


Dengan kecepatan penerbangan itu, Peter memperkirakan bahwa pesawat jatuh secara vertikal.

Operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan di sekitar perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Sejauh ini, telah ada 16 jasad yang dievakuasi. Total penumpang selurunya adalah 155 orang dan 7 orang awak pesawat. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya