Berita

Hukum

Jenderal Sutarman: Kami Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp 941 M

RABU, 31 DESEMBER 2014 | 01:59 WIB | LAPORAN:

Mabes Polri mengklaim berhasil menyelamatkan Rp 914 miliar uang negara dari penanganan kasus-kasus korupsi selama 2014. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2013, Polri berhasil menyelamatkan Rp 915 miliar uang negara. Pada 2012 tercatat sebanyak Rp 201 miliar, lalu pada 2011 sebesar 261 miliar dan 2010 sejumlah Rp 340 miliar.

"Khusus tahun 2014 dengan anggaran Rp 113 miliar (untuk memberantas korupsi), Polri mampu menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 941 miliar," ungkap Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Selasa (30/12).


Kasus korupsi yang ditangani Polri juga mengalami peningkatan. Pada 2010 sebanyak 585 kasus, 766 kasus pada 2011, 1.176 kasus pada 2012, 1.399 kasus pada 2013 dan 1.618 kasus pada 2014 ini. "Selama kurun waktu 2010-2014, rara-rata kasus korupsi yang ditangani Polri mengalami peningkatan 78 persen setiap tahunnya," ungkap Sutarman.

Khusus 2014, ia menambahkan, kasus korupsi yang ditangani Polri mengalami peningkatan 15,7 persen dengan penyelamatan keuangan negara meningkat 2,8 persen.

Sutarman merinci anggaran penanganan kasus korupsi perkasus pada 2010 dan 2011 untuk kasus sangat sulit Rp 37.283.000, dan kasus sulit Rp 24.276.000. Kemudian 2012 Rp 169.159.000, lalu 2013 dan 2014 senilai Rp 208.071.000. "Maka total anggaran yang tersedia pada kurun waktu 2010 sampai dengan 2014 adalah kurang lebih Rp 457,6 miliar," paparnya.

Masih kata Sutarman, dengan anggaran operasional yang tersedia itu Polri mampu menyelamatkan keuangan negara pada 2010-2014 sebesar kurang lebih Rp 2,7 triliun.

"Kejahatan korupsi tetap menjadi atensi Polri untuk memberangusnya. Termasuk kejahatan-kejahatan lain yang merugikan keuangan negara," tandasnya. [zul]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya