Berita

Hukum

Diragukan, Cakim MK Ini Tantang Pansel Cek Semua Putusannya

SELASA, 30 DESEMBER 2014 | 21:45 WIB | LAPORAN:

Panitia seleksi hakim mahkamah konstitusi (MK) Refly Harun mempertanyakan independensi calon hakim MK bernama I Dewa Gede Palguna. Pasalnya, Paltuna diketahui pernah duduk sebagai hakim MK dan menjadi politisi partai penguasa saat ini, PDI Perjuangan.

"Jujur posisi bapak ini sempat menyulitkan tim pansel. Bapak pernah dulu jadi hakim MK sekarang panselnya ada pak Harjono dan Maruarar Siahaan. Ditambah lagi, dulu bapak politisi PDIP. Sekarang kan yang berkuasa Joko Widodo dari PDIP, gimana bapak menjamin akan objektif dan independen?," tanya Refly saat tes wawancara tahap II di gedung sektertariat negara, Jakarta Pusat, Selasa (30/12)

Palguna pun menantang para pansel untuk melakukan pengecekan terhadap semua putusannya saat menjadi hakim MK tahun 2003 hingga 2008 silam. Termasuk soal putusannya terkait sengketa yang melibatkan PDIP di dalamnya.


"Saya yakin pansel tidak akan menemukan putusan saya yang memihak salah satu perkara, termasuk memihak PDIP. Jadi saya jamin walau sekarang presiden dari PDIP saya tetap objektif," kata Palguna

Palguna pun menambahkan saat menjadi hakim MK dirinya selalu menolak untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya baik dari partai atau tidak untuk bertemu.

"Saya juga tidak pernah berkomunikasi dengan pak Harjono dan Maruarar Siahaan, termasuk Saldi Isra walaupun sahabat saya soal pansel MK," tambah Palguna.

Palguna kembali menegaskan dirinya pun didaftarkan oleh sahabatnya untuk kembali mencalonkan kembali menjadi hakim MK. Sehingga kepentingannya terhadap penguasa diklaimnya tidak akan terbukti.[wid]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya