Berita

Dunia

TRAGEDI QZ8501

Inilah Arti Tahun 2014 bagi Dunia Penerbangan

SELASA, 30 DESEMBER 2014 | 13:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menjelang akhir tahun 2014, salah satu pertanyaan yang belakangan kerap diajukan adalah, apakah 2014 merupakan tahun yang baik bagi dunia penerbangan?

Jawaban untuk pertanyaan ini ada dua, yakni ya dan tidak. Dari data yang dikumpulkan Biro Arsip Kecelakaan Udara selama 80 tahun terakhir terlihat bahwa tahun 2014 merupakan tahun terbaik sekaligus tahun terburuk bagi dunia penerbangan.

Organisasi yang berkantor di Jenewa, Swiss, itu mengatakan dari jumlah kecelakaan, di tahun 2014 hanya terjadi 111 kecelakaan. Jumlah ini terbilang kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2013, misalnya, jumlah kecelakaan pesawat hampir 150 kali.


Jumlah kecelakaan pesawat di tahun 2014 ini sama seperti jumlah kecelakaan di tahun 1927 silam.

Namun, dari jumlah korban tewas, maka tahun 2014 hampir menjadi tahun terburuk dalam dunia penerbangan. Sejauh ini, jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat di tahun ini mencapai 1.158 orang.

Apabila, pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang sejak Minggu pagi kemarin (28/12) mengalami kecelakaan total, dan menewaskan 162 orang di dalamnya, maka jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat tahun ini menjadi 1.320 jiwa.

Angka ini menyaingi jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat di tahun 2005.

Tahun 2013 masih tercatat sebagai tahun paling aman bagi dunia penerbangan. Di tahun itu korban tewas yang tercatat hanya sebanyak 265 orang.

"Setiap 10 tahun kita memiliki tahun yang lebih kurang aman dibandingkan sebelumnya. Sayang sekali, tahun ini adalah salah satunya," ujar Ronan Hubert dari Biro Arsip Kecelakaan Udara seperti dikutip dari CNN. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya