Berita

Sofyan Djalil

Wawancara

WAWANCARA

Sofyan Djalil: Tahun Depan, Investor Nggak Perlu Repot Urus Izin Investasi

MINGGU, 28 DESEMBER 2014 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perekonomian Indonesia pada tahun depan menghadapi tantangan berat. Pemerintah mengaku telah menyiapkan program untuk menggenjot pertumbuhan. Antara lain, pada awal tahun 2015 akan meluncurkan layanan satu pintu untuk memudahkan investor.

Tahun depan, rakyat Indonesia akan menghadapi beban baru, kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Kenaikan ini dinilai banyak ka­langan akan semakin membebani perekonomian masyarakat, se­telah belum lama ini peme­rintah mengerek kenaikan harga bahan bakar (BBM) bersubsidi. Beban ekonomi rakyat tidak itu saja, belakangan ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menga­lami pelemahan yang cukup da­lam. Dari kisaran Rp 12.000-an pada bu­lan lalu, sampai menem­bus  ang­ka Rp 12.900 per dolar AS. Se­jumlah analis ekonomi menghi­tung, melemahnya rupiah akan membuat inflasi pada tahun ini mencapai 8 persen, posisi tertinggi dari yang diperkirakan berada di rentan 7,5 persen sam­pai 8 persen.

Bagaimana nasib pereko­no­mian Indonesia pada tahun 2015? Kebijakan apa yang akan di­ambil pemerintah untuk menekan inflasi? Berikut ini pandangan Menko Perekonomian Sofjan Djalil kepada Rakyat Merdeka.


Bagaimana Anda melihat tantangan perekonomian Indo­nesia tahun 2015?
Pertama, akan ada tekanan eks­ternal, saya melihat kondisi eko­nomi internasional tidak terlalu menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi di China lebih rendah dari yang diharapkan, kemudian Eropa dalam kondisi sakit. Selain itu, harga komoditas akan jatuh sekali, seperti minyak, sawit, dan mi­neral lainnya. Yang tumbuh hanya Amerika Serikat. Semua itu akan berimplikasi pada eko­nomi domestik.

Penguatan ekonomi AS ba­ru-baru ini memberikan dam­pak negatif terhadap pere­ko­nomian domestik. Bagaima­na Anda melihat itu?    
Itu terkait dengan rencana Amerika menaikkan suku bunga. Hal itu berdampak kepada nilai tu­kar rupiah. Tetapi, penguatan eko­nomi Amerika sebenarnya mem­buka peluang kepada kita untuk meningkatkan ekspor ke Amerika. Tapi, kalau di lihat se­cara kese­luruhan, faktor ekster­nal berat, tidak terlalu menggem­birakan.

Kebijakan apa yang akan diambil pemerintah agar pere­konomian bisa tumbuh?
Kita harus mengambil kebi­ja­­­kan di internal (dalam ne­ge­ri)  un­tuk mendorong agar per­­­tum­buhan ekonomi kita te­tap tinggi. Misal­nya bagaimana agar APBN de­ngan jumlah yang ter­sedia itu bisa terserap tepat wak­tu. Karena in­vestasi dari pe­merintah juga mam­pu men­dorong pertum­buhan.

Selain itu, pemerintah akan per­mudah investasi asing dan swas­ta dengan layanan one stop ser­vice. Karena perizinan se­lama ini telah memasung pere­kono­mian.

Akhir bulan Januari 2015, pemerintah akan meresmikan la­yanan one stop service atau  pela­yanan satu pintu di BKPM (Ba­dan Koordinasi Penanaman Mo­dal). Jadi nanti investor yang mau masuk ke Indonesia nggak perlu repot. Kita harapkan ini akan memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian.

Berapa lama waktu pengu­ru­san izin yang bisa diberikan pemerintah?

Itu tergantung jenis izinnya. Ada yang satu hari, satu minggu dan  satu bulan. Tetapi yang jelas ada batas waktunya. Harus bisa lebih cepat, tidak seperti seka­rang, untuk izin membuat power plan saja, izin dan negosiasinya bisa dua sampai tiga tahun.

Pemerintah berencana me­naikkan TDL. Kebijakan itu akan membebani perekonomi­an rakyat...    
Untuk rakyat kecil dan kelom­pok masyarakat berpenghasilan ren­dah tetap kita berikan subsidi. Nah, untuk kelompok tertentu yang masih disubsidi saja yang memang harus dikurangi pelan-pelan.

Bagaimana dengan dampak inflasi akibat kenaikan TDL?
Kita akan upayakan sedemi­kian rupa agar dampaknya bisa minimum.

Apakah pemerintah akan memberikan insentif khusus, terutama  pelaku usaha yang ter­pukul akibat kenaikan TDL?
Kita nanti akan lihat dahulu apa masalah yang dihadapi pe­laku usaha. Kalau masalah pe­ri­zinan, kita akan membantu be­res­kan, kalau ada masalah ba­nyaknya biaya-biaya tidak ter­duga itu juga kita bereskan. Kalau ada industri tertentu memerlukan insentif pa­jak, pemerintah juga siap mem­berikannya. Tapi se­muanya tetap melalui study yang komprehensif karena insentif tidak bisa diberi­kan kepada in­dustri, karena pe­me­rintah juga membutuhkan jum­lah pajak yang banyak untuk men­dukung per­tum­buhan ekonomi.

Ngomong-ngomong, ba­gaima­na dengan rencana pen­jualan gedung Kementerian BUMN?
Itu kan baru wacana. Karena ada pertimbangan kantor Kemen­terian BUMN terlalu besar, jum­lah pegawainya cuma 200-an orang tetapi kantornya  sampai 15 lantai. Masalah ini akan dibahas lebih luas karena ada kebijakan ins­tansi pemerintah tidak boleh membangun kantor baru. Jadi, bisa saja tidak dijual tetapi di­man­faatkan untuk lembaga pe­merintah yang membutuhkan. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya