Berita

Abdul Aziz/bbc

Dunia

Tak Kecam Pembantaian Anak Sekolah di Peshwar, Ulama Radikal Ini Terancam Ditangkap

SABTU, 27 DESEMBER 2014 | 12:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Pakistan mengeluarkan surat perintah penangkapan seorang ulama sebuah masjid yang dikenal radikal, Red Mosque di Islamabad (Jumat, 26/12).

Perintah penangkapan itu dilakukan karena ulama yang bernama Imam Abdul Aziz itu alih-alih mengecam, malah justru mendukung aksi pembantaian yang dilakukan Taliban kepada anak-anak di sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshwar beberapa pekan lalu.

Namun Abdul Aziz menyebut, tuduhan yang dijeratkan kepadanya itu tidak signifikan dan pihak keamanan harusnya lebih fokus menangkap orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan lebih serius.


"Kasus saya sangat kecil dan bahkan sub-inspektur dapat memberikan saya jaminan," katanya.

Juru bicara Red Mosque sendiri, seperti dikabarkan BBC, menegaskan akan menolak penangkapan Aziz.

Perlu diketahui, Pakistan telah meningkatkan operasi anti teror sejak terjadi serangan terhadap sebuah sekolah publik di Peshwar pada 16 Desember lalu. Dalam kejadian itu, sedikitnya 152 orang tewas, termasuk 133 di antaranya adalah anak-anak.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah kembali memberlakukan hukuman mati bagi pelaku terorisme dan membentuk pengadilan militer untuk mengadili kasus terorise,

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif beberapa waktu lalu menegaskan bahwa negaranya akan melakuakn perubahan untuk memastikan bahwa tragedi semacam itu tidak akan terjadi lagi dan memastikan bahwa tidak akan ada tempat bagi terorisme, ekstremisme, sektarianisme dan intoleransi di Pakistan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya