Berita

Dunia

Beginilah Plot Pembunuhan Kim Jong Un di Film The Interview

SABTU, 27 DESEMBER 2014 | 10:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Film The Interview yang diproduksi Columbia Pictures, anak perusahaan Sony Entertainment Pictures, batal dirilis pada 25 Desember kemarin. Film ini sudah menuai kontroversi sejak awal, sejak Seth Rogen dan Evan Goldberg yang memiliki cerita membayangkan pembunuhan pemimpin sebuah negara.

Negara yang mereka pilih adalah Korea Utara yang memang bagi sebagian besar orang dinilai misterius dan bahkan digambarkan sebagai negara yang membahayakan perdamaian dunia.

Ketika Kim Jong Un yang masih muda naik tahta menggantikan ayahnya Kim Jong Il yang meninggal dunia tiga tahun lalu, Rogen dan Goldberg merasa bahwa film mereka akan lebih menyenangkan. Saat pemain basket NBA Dennis Rodman mengunjungi Korea Utara dan memperlihatkan kepiawaiannya di depan Kim Jong Un, Rogen dan Goldberg semakin yakin bahwa film yang bercerita tentang pembunuhan pemimpin Korea Utara sangat realistis.


Untuk penulisan naskah mereka dibantu Dan Sterling.

Singkatnya, film itu berkisah tentang keterlibatan seorang jurnalis yang menjadi pemandu talkshow Skylark Tonight, Dave Skylark, dalam pembunuhan Kim Jong Un.

Saat mengetahui bahwa Kim Jong Un adalah salah seorang penggemar Skylark Tonight, produser talkshow itu, Aaron Rapoport berusaha mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Kim Jong Un di Pyongyang.

Di pedalaman China, Dave dan Aaron bertemu dengan pejabat militer Korea Utara, seorang wanita bernama Sook. Rencana menginterview Kim Jong Un pun disusun.

Di saat bersamaan seorang agen CIA, Lacey, mengusulkan pembunuhan Kim Jong Un di tengah wawancara. Caranya dengan menempelkan racun yang berdaya bunuh tinggi saat keduanya berjabatan dengan Kim Jong Un.

Singkat cerita Dave dan Aaron berhasil masuk Pyongyang dan bertemu dengan Kim Jong Un. Dave berhasil meyakinkan Kim Jong Un bahwa selama ini dirinya memiliki penilaian yang keliru mengenai Kim Jong Un.

Sementara itu, Sook yang tertarik dengan Aaron bersedia balik kanan meruntuhkan kekuasaan Kim Jong Un.

Saat wawancara yang disiarkan ke seluruh dunia berlangsung, Dave mengajukan pertanyaan yang memancing emosi Kim Jong Un, dan berhasil. Kim Jong Un marah besar dan mengejar Dave, Aaron serta Sook yang melarikan diri menggunakan tank. Di saat-saat terakhir, sebelum Kim melepaskan misil nuklir, Dave berhasil menembak jatuh helikopter Kim. Kim tewas, dan peluncuran misil nuklir dibatalkan.

Di akhir cerita, Dave meluncurkan buku mengenai pengalamannya bersama Kim. Sementara Korea Utara mengalami transisi menjadi negara demokratik.

Plot film ini terlalu sederhana. Kekuatannya, atau daya tariknya memang tidak terletak pada plot, melainkan pada kekonyolan yang dibangun sepanjang film.

Kecaman mengalir untuk film ini. Jurnalis senior CCN Christiane Amanpour, mengatakan, film ini bisa membahayakan jurnalis asing yang berkunjung ke Korea Utara.

Sementara pejabat di RAND Institute menyayangkan film ini karena melahirkan asumsi bahwa demokratisasi di Korea Utara tidak genuine. [dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya