Berita

ilustrasi/net

Jokowi Harus Gelar Uji Publik Calon Kapolri agar Tak Salah Pilih

KAMIS, 25 DESEMBER 2014 | 07:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kapolri mendatang haruslah orang yang berjiwa reformis. Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian disampaikan Koordinator Presedium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama. Haris pun meminta Presiden Joko Widodo melakukan dulu uji publik terhadap calon Kapolri sehingga tidak salah pilih.

"Polisi sebagai pengayom masyarakat harus dipimpin oleh orang yang berjiwa besar dan memasyarakat, dia bukan sosok yang otoriter dan memkasakan kehendak," kata Haris beberapa saat lalu (Kamis, 25/12).


Haris menambahkan, Kapolri mendatang juga harus berjiwa besar, yang artinya bisa merangkul semua golongan, termasuk para aktivis. Selain itu, karena Indonesia rawan konflik, Kapolri juga harus luwes dan berjiwa modern.

"Kapolri harus memahami karateristik masyarakat Indonesia yang mudah untuk bersitegang. Pilih orang yang sudah berpengalaman dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap korps bhayangkara," tegasnya.

Meski tidak mau menyebut siapa yang layak untuk menggantikan Sutarman, Haris mengaku siapapun nanti pilihan Presiden Jokowi adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman yang cukup dan terpenting adalah bisa mengayomi anak buahnya sampai ke tingkat bawah.

"Kami akan menghormati pilihan Presiden nanti, jika memang tidak berkenan di masyarakat maka kami (yang pertama untuk protes," tandasnya.

Diketahui sebelumnya ada lima nama yang disebut-sebut sebagai calon Kapolri, yakni Komjen Badroeddin Haiti, Komjen Budi Gunawan, Irjen Safruddin, Irjen Pudji Hartanto, dan Irjen Unggung Cahyono. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya