Berita

Olahraga

Stamina Atlet Belum Maksimal, Kegagalan Tim NTB di Seri 1 Liga Muaythai

RABU, 24 DESEMBER 2014 | 13:38 WIB | LAPORAN:

Tim Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakui kekalahan sejumlah atletnya pada Kejuaraan Liga Nasional Muaythai seri pertama di Lapangan Karebosi Link Makassar, Sulsel, 17-19 Desember 2014, akibat stamina atlet yang belum maksimal.

Pelatih Muaythai NTB, Indra Gunawan mengatakan, masalah stamina menjadi kendala utama bagi atletnya dalam Kejurnas seri pertama ini. Ke depan kendala ini akan menjadi fokus perhatian tim pelatih.

"Tiga dari tujuh petarung yang kita ikutkan harus tersingkir sejak pertandingan pertama Rabu malam. Ini tentu menjadi bahan evaluasi sehingga bisa lebih baik lagi pada pelaksanaan seri kedua 2015," jelasnya.


Pada pertandingan pertama, tiga petarung NTB harus mengakui keunggulan lawan-masing-masing yakni Rizal (kelas 51 kg kelas amatir U-18), Dodi (kelas 51 kg pemula), dan Ricky yang turun pada kelas 67 kg amatir senior U-18.

Sementara empat lainnya yakni Nisa (kelas 51 kg amatir senior), Satria (kelas 67 kg pemula), Topan(kelas 54 kg), dan Malik Abdul Azis di kelas 71 kg kelompok umur 16 tahun, masih akan bertarung pada pertandingan selanjutnya.

Menurut Indra, persiapan atletnya berbeda dengan daerah lainnya. Persiapan daerah dinilai lebih maksimal. Apalagi pembinaan atlet muaythai di daerah tersebut lebih panjang dibandingkan NTB yang baru memperkenalkan cabang olahraga asal Thailand tersebut pada Maret 2014.

"Kami hanya mempersiapkan tim kurang lebih sebulan pada ajang kali ini. Mudah-mudahan kegagalan atlet yang lain tidak mengurangi motivasi atlet yang belum bertanding sehingga bisa menjaga peluangnya meraih prestasi," ujarnya.

Liga Nasional Muaythai di Makassar merupakan seri pertama dari empat seri yang direncanakan kedepan. Kejuaraan yang sekaligus sebagai ajang pembibitan dan pembinaan atlet jelang Asian Games 2018.

Untuk pelaksanaan pertama ini mempertandingan sejumlah kelas mulai dari amatir putra/putri, 9-12 tahun, pemula 12-14 tahun, kadet putra dan putri usia 15-17 tahun, amatir junior putra dan putri usia 15-18 tahun dan senior yang menggelar empat kelas.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya