Berita

tragedi tenggelamnya kapal feri sewol/net

Dunia

Pasca Tangani Sewol, Menteri Kelautan Korsel Mundur Dari Jabatan

RABU, 24 DESEMBER 2014 | 13:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setelah lebih dari 6 bulan tragedi tengglamnya kapal feri Sewol, Menteri Kelautan Korea Selatan Lee Ju-young mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (23/12).

Pengunduran dirinya itu dilakukan usai penanganan tragedi yang menelan lebih dari 300 korban jiwa itu selesai dilakukan.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dalam sidang kabinet di kompleks pemerintahan Sejong menyebut bahwa Lee telah berdedikasi tinggi menangani tragedi tersebut.


"Ketika Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalami masa-masa paling sulit setelah insiden Sewol terjadi, masyarakat umum dan keluarga korban merasa sangat tersentuh atas dedikasi yang diberikan Lee untuk menangani kasus ini dengan tetap tinggal di Jindo selama 136 hari," tegas Park.

"Saya percaya Lee menunjukkan citra sebenarnya dari pejabat publik yang harus melayani masyarakat dan berharap bahwa dirinya dapat memainkan peran yang lebih besar bagi negara kemana pun dia pergi," tambahnya seperti yang dikabarkan KoreaKini.

Perlu dikabarkan kembali, Kapal feri sewol yang memiliki berat 6.825 ton tenggelam di pantai barat daya dekat pulau Jindo pada 16 April saat mengarah ke pulau pariwisata Jeju. 295 korban dinyatakan tewas dalam insiden ini sementara sembilan lainnya tdak dapat ditemukan.

Penyelidik menduga bahwa tenggelamnya kapal ini diakibatkan oleh kelebihan muatan, modifikasi berlebihan pada kapal, dan cuaca buruk. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya