Berita

ilustrasi/net

Almisbat Usul Tiga Hal Dilakukan Jokowi sebagai Bukti Keberpihakan pada Petani

RABU, 24 DESEMBER 2014 | 06:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Persoalan utama pertanian di Indonesia adalah paradigma swasembada membawa arah yang tidak efisien. Karena itu juga, modernisasi pertanian harus di iringi perubahan struktur sosial masyarakat.

"Bagaimana budaya pertanian modern harus ditransformasikan ke publik lewat informasi mengenai kebutuhan pasar, tata kelola yang efisien," kata mantan Deputi BUMN era pemerintahan Megawati, Muwardi Pangihutan Simatupang.

Muwardi menilai sejak Orde Baru hingga saat ini semua pemimpin gagal  menyejahterakan petani. Enam Presiden pun belum berhasil menunjukkan keberpihakannya kepada sebab semua Presiden selama ini selalu berpikir inbox, dan tidak out of the box.


Untuk itu Muwardi berharap Jokowi tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya. Ini adalah momentum pemerintahan Jokowi untuk menunjukkan kepedulian lebih kepada nasib petani.

Menurut Muwardi, ada tiga langkah yang bisa dilakukan pemerintahan Jokowi untuk menunjukkan keberpihakan kepada petani. Yaitu pemberian hak pengelolaan tanah atas tanah-tanah negara yang terlantar untuk dikelola petani secara kolektif; memberikan sistem informasi tentang kebutuhan pasar atas komoditas pertanian; dan memperbaiki sistem logistik dan distribusi pupuk atau pakan dan hasil panen.

Penjelasan Muwardi ini disampaikan dalam dikusi dengan tema "Swasembada dan Perubahan Budaya Pertanian dari Subsisten ke Pertanian Modern" yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Sipil Hebat (Selasa, 23/12). Dalam diskusi yang dipandu oleh Wandy Nicodemus Tuturoong, selain Muwardi, yang juga anggota Dewan Pengurus Nasional Almisbat, hadir juga Sekretaris Jenderal Petani Nasdem, Syaiful Bahri.

Dalam kesempatan ini, Syaiful Bahri mengkritisi minimnya akses kepemilikan lahan yang dimiliki petani di Indonesia. Minimnya akses kepemilikan ini menurut Syaiful adalah problem serius di isu pertanian.

Bagi Syaiful, pertanian modern bukan berarti menggantikan pertanian rakyat dengan rice estate . Artinya , pembukaan lahan secara besar-besaran untuk ditanam satu macam komoditas, dalam hal ini padi.

"Lebih baik akses tanah-tanah terlantar yang dimiliki oleh negara diberikan kepada petani utk menggarap," demikian Syaiful. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya