Berita

TB HASANUDDIN/NET

HARI NATAL

Jenderal TB Hasanuddin: Aparat Keamanan Sebaiknya Tingkatkan Kewaspadaan

SELASA, 23 DESEMBER 2014 | 10:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di Timur Tengah, gerakan radikal seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus menjalar kemana-mana. Di saat yang sama banyak orang-orang dan kelompok radikal lain, yang kemudian juga akhirnya bergabung dengan ISIS.

Sementara itu, di negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia, geliat kaum radikal semakin terlihat jelas. Di Mindanao, kelompok radikal malah sudah bertempur lagi dengan pasukan Filipina. Di Malaysia, ada WNI yang ditangkap, yang satu diantaranya terindaksi menjadi bagian kelompok radikal.

Sedangkan di Australia, aksi teror beberapa waktu lalu juga mengindikasikan hal serupa bahwa gerakan kelompok radikal kian menampakkan diri lagi.


Demikian penjelasan anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada Kantor Berita Politik beberapa saat lalu (Selasa, 23/12).

TB Hasanuddin pun mengingatkan, situasi dan gerakan kelompok radikal global dan regional tersebut akan berpengaruh pada gerakan radikal di Indonesia. Gerakan radikal global dan regional itu akan mewarnai situasi di Indonesia menjelang Natal dan Tahun Baru dan bisa jadi berpengaruah pada kelompok teroris di Indonesia, yang selama ini "tiarap."

"Agar tidak kecolongan, sebaiknya aparat keamanan menyiapkan dan mengamankan secara optimal tempat-tempat ibadah, tempat acara keagamaan dan tempat keramaian lainnya," ungkap TB Hasanuddin.

Di saat yang sama, TB Hasanuddin mengimbau kepada masyarakat luas untuk membantu polisi. Bila memang ada hal-hal yang mencurigakan, masyarakat harus segera melaporkan kepada aparat keamanan.

"Sehingga polisi bisa mengambil tindakan dengan cepat dan tepat," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya