Berita

repro

Politik

Penyair Soekarnois, Sitor Situmorang Tutup Usia

MINGGU, 21 DESEMBER 2014 | 10:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Kabar duka datang menghampiri dunia sastra Indonesia. Sastrawan Sitor Situmorang tutup usia.

Kabar duka tentang Sitor disampaikan sejarawan JJ Rizal. Sitor yang sering digolongkan sebagai penyair atau punjangga angkatan 45 bersama dengan Chairil Anwar dan Sanusi Pane, meninggal dunia pada usai 91 tahun.  

"Pagi ini dapat berita dari Apeldoorn, Belanda, sasterawan #SitorSitumorang meninggal dunia," kicau JJ Rizal  dalam akun twitternya @JJRizal (Minggu, 21/12).


Sitor merupakan sastrawan penting Indonesia. Sitor dikenal sebagai sastrawan yang memiliki semangat dan konsisten dalam mempertahankan idealisme hingga usia senja. Sering digolongkan sebagai penyair atau punjangga angkatan 45, Sitor adalah penyair yang diilhami oleh semangat memberontak demi kemerdekaan.

"Tidak mungkin membahas sejarah kesusasteraan modern Indonesia tanpa menyebut nama #SitorSitumorang," kicau JJ Rizal lagi.

Sitor yang lahir di Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 2 Oktober 1923 telah banyak menciptakan karya puisi yang fenomenal, seperti yang terangkum dalam kumpulan puisi Surat Kertas Hijau (1954), Dalam Sajak (1955), Wajah Tak Bernama (1955), Drama Jalan Mutiara (1954) dan cerpen Pertempuran dan Salju di Paris (1956).

Selain bergelut dalam dunia sastra, Sitor juga meniti karir sebagai wartawan. Ia pernah menjadi pewarta berita di berbagai media, seperti Harian Suara Nasional, Waspada dan Warta Dunia. Selain itu, dia juga tercatat aktif di Partai Nasional Indoenesia (PNI) dan kemudian diberi amanat untuk menjadi Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) di akhir dekade 1950-an. LKN merupakan organisasi kebudayaan yang berafiliasi pada PNI. Sejak saat itulah Sitor terlibat secara total dalam kancah perpolitikan nasional.

Di masa Demokrasi Terpimpin, Sitor bersama LKN yang dipimpinnnya menjadi pendukung setia kebijakan Presiden Soekarno, khususnya di sektor kebudayaan. Tak aneh jika Sitor disebut banyak kalangan sebagai penyair Soekarnois.Dari berbagai sumber, setelah tragedi Gerakan Satu Oktober (Gestok) 1965 kekuatan Soekarnois dan komunis terpukul oleh kekuatan baru yang diberi label ‘Orde Baru’. Sitor yang menjadi bagian dari kelompok pendukung Soekarno pun turut ‘disasar’. Ia akhirnya djebloskan ke penjara Gang Tengah Salemba di tahun 1967 tanpa proses peradilan.

Delapan tahun lamanya Sitor mendekam di penjara. Selama itu pula ia tetap konsisten menjadi seorang Soekarnois tanpa ada maksud secuil pun untuk ‘cari aman’ dengan mengingkari pendiriannya. Dia juga konsisten dalam berkarya. Selama dalam tahanan, Sitor berhasil menggubah dua karya sastra yang berjudul Dinding Waktu” dan Peta Perjalanan”.

Pada tahun 1975, Sitor dilepaskan dari bui. Namun ia tetap dikenai status tahanan rumah hingga tahun 1976. Berbagai kesulitan hidup pun dialami oleh Sitor dan keluarga, seperti halnya mantan tahanan politik (tapol) lainnya di era Orde Baru.Untuk menghindari tekanan politik lebih lanjut dari rezim Soeharto, Sitor memilih menetap di Paris, Perancis.

Pada tahun 1981, Sitor pindah ke Belanda dan menjadi dosen di Universitas Leiden selama sepuluh tahun. Setelah itu, Sitor kembali berpindah-pindah tempat dari Perancis hingga Pakistan. Sitor kembali ke Indonesia setelah kejatuhan Soeharto tahun 1998.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya