Berita

ilustrasi/net

Hukum

Kasus Gas Bangkalan Akibat Ulah Plt Dirjen Migas

MINGGU, 21 DESEMBER 2014 | 07:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Cengkeraman mafia migas di dalam negeri sepertinya belum mengendor. Terbaru, kasus gas Bangkalan yang telah menyeret Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron sebagai tersangka penerima suap KPK diduga merupakan hasil kolaborasi permainan antara mafia migas dengan pejabat pemerintah.

Pengamat kebijakan migas, Yusri Usman menyebut pejabat pemerintah yang diduga menjadi penyebab terjadinya kasus tersebut tak lain adalah Plt Dirjen Migas Naryanto Wagimin. Langkah Naryanto mengeluarkan rekomendasi izin ekspor kondensat kepada PT Media Energy services (MES) milik Amin Sugondo melanggar UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas yang mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

Secara gamblang Yusri membeberkan ulah Naryanto Wagimin. Awalnya, Naryanto memberikan rekomendasi izin ekspor kondensat kepada MES dari proses ekstrak gas atas kerja sama antara PT Media karya Sentosa (PT MKS) dengan PLN Pembangkit Jawa Bali (PJB) di PLT Gresik Jawa Timur. Padahal lazimnya, proses ekstrak gas selalu dilakukan di hulu, bukan di hilir.


"Akibatnya fatal, terjadi defisit gas untuk PLTG Gresik. Sadar PLTG Gresik kekurangan pasokan gas, MKS akhirnya menyelewengkan pasokan gas sebesar 40 MMSCFD yang seharusnya disalurkan untuk PLTG Gili Timur, BUMD milik Kabupaten Bangkalan," papar dia dalam keterangannya (Minggu, 21/12).

Ekspor kondensat yang tak lazim tersebut tertuang dalam dokumen nota pelayanan ekspor (NPE) Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kanwil Jawa Timur Nomor: 000781/WBC.10/KPP.MP.04/2014 tanggal 17 Desember 2014 dengan nama eksportir PT Media Energy Services Surabaya. Adapun jenis barangnya adalah: MKS Condensate dengan volume 2 juta kg bersih, dengan tujuan ke Singapore untuk perusahaan Philips 66 International Trading PTE LTD. Gas tersebut dikirim dari terminal kondensat Gresik  Jawa Timur dan terminal kondensat link di Ciwandan Banten.

Fakta lain yang diungkap Yusri adalah Philips 66 diduga masih berafiliasi dengan Kernel Oil, perusahaan asal Singapura yang beberapa waktu lalu juga menyeret mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Dugaan adanya kaitan kedua perusahaan diperkuat dokumen ekspor tahun 2013 atas nama PT Media Energy Services yang ditujukan ke Kernell Oil dari sumber kondensat Perta Samtan Plaju Sumsel yang dijual oleh Direktorat Pemasaran dan Niaga fungsi Petrochemical Trading Pertamina  dan telah distop oleh Dirut Pertamina setelah tertangkap tangannya Rudi Rubiandini dalam kasus suap SKK Migas.

"Faktanya sepanjang tahun 2014 semua kondensat tersebut diserap semuanya oleh kebutuhan pasar dalam negeri termasuk kondesat yang kualitas jelek pun seperti yang berasal dari kilang PT Federal Tuban untuk industri cat dan thiner," tegas Yusri.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya