Berita

ilustrasi/net

Krisis Listrik Pasca Serangan Israel Bikin Warga Gaza Terus Menderita

JUMAT, 19 DESEMBER 2014 | 05:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setelah diserang Zionis Israel selama 51 hari, kini warga Gaza mengalami persoalan lain. Sebab serangan Israel beberapa waktu lalu itu sudah menghancurkan infrastruktur, yang diantaranya adalah infrastruktur listrik.

Dengan rusaknya infrastruktur listrik ini, sebagaimana keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, kini  ribuan pasien di Gaza terancam kesehatannya sebab para petugas medis tidak bisa memberikan layanan di sejumlah rumah sakit. Akibatnya, layanan kamar operasi dan laboratorium terhenti, sementara puluhan anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan kesehatan tidak bisa mendapatkan layanan inkubator.

"Para pasien gagal ginjal juga termasuk mereka yang akan tidak mendapatkan layanan cuci darah disebabkan krisis listrik ini. Bahkan, mobil ambulans terpaksa tidak beroperasi akibat minimnya persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM)," kata Manajer Biro Humas KNRP, Zakaria, dalam keterangan kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa waktu lalu (Kamis, 18/12).


Menurut Zakaria, berdasarkan keterangan dari warga Gaza, kondisi  darurat di sejumlah sektor medis akan semakin bertambah bila krisis listrik terus berkelanjutan disebabkan larangan impor bahan bakar ke sejumlah rumah sakit, dan tidak beroperasinya pembangkit listrik Gaza karena dibombardir militer Israel. Sebelumnya ada dua generator listrik, yang salah satunya berhasil diperbaiki atas biayai Qatar. Namun generator ini memerlukan bahan bakar solar, sementara sekarang di Gaza tidak ada pasokan BBM.

"Kalaupun ada, itu dipasok dari penjajah Israel dan hanya melalui perbatasan Karim Abu Salim, satu satunya perbatasan untuk memasukan bahan bakar ke Gaza," jelas Zakaria.

Masalah lainnya, lanjut Zakaria, setelah generator listrik dapat beroperasi, pasokan listrik dilakukan secara bergilir, setiap wilayah mendapatkan 6 jam perhari. Tapi itupun kalau Israel membolehkan pasokan bahan bakar secara berkala, bahkan yang sering terjadi keputusan sepihak Israel selalu berubah-ubah setiap pekan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya