Berita

jokowi/net

Tak Ada Pilihan Lain, Jokowi Perlu Segera Rombak Kabinet

JUMAT, 19 DESEMBER 2014 | 04:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila kondisi ekonomi di tahun 2015 tidak menggembirakan yang ditandai dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar terus merosot dan harga minyak tidak bisa kembali pada harga semula, kegiatan ekonomi akan berhenti dan sebagai ancamannya adalah instabilitas keamanan di daerah-daerah akan menjadi taruhannya.

Diperkirakan, angka pengangguran akan meningkat di daerah-daerah khususnya daerah pariwisata jika efisiensi pemerintah dijalankan.

Demikian keseimpulan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Economy and Politic Outlook 2015 yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia di Jakarta (Kamis, 18/12). Kesimpulan tersebut dibacakan oleh Ketum Presidium Pusat ISKA, Muliawan Margadana, didampingi para dewan pakar termasuk di antarnya Adrianus Meliala, Charles Mangun, budayawan Eka Budianta, Titus Sarijanto serta beberapa politisi.


Dengan kesimpulan bisa digambarkan, kata Ketua Umum Presidium Pusat ISKA, Muliawan Margadana, tahun 2015 merupakan tahun sulit. Karena itu, Presiden Joko Widodo perlu melakukan perombakan kabinet dengan menempatkan orang yang tepat di bidangnya.  

Indonesia, tegasnya, tidak hanya membutuhkan sosok yang bersih dari korupsi tetapi yang paling penting adalah negara ini memerlukan orang yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya. Bidang energi, sebagai contoh, sangat perlu ditangani dengan cara professional dan hati-hati.
 
"Oleh karena itu, pemerintah harus realistis atas kondisi ini dan mengantisipasi terhadap kemungkinan bangkrutnya ekonomi nasional. Lebih baik menyiapkan worst case scenario daripada menyalahkan kondisi global karena rakyat perlu tahu, kesiapan pemerintah dalam menghadapi terpuruknya ekonomi Indonesia," demikian Muliawan Margadana. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya