Berita

Y. Paonganan/net

Politik

Menteri Susi, Kok Gunakan Standar Ganda Hadapi Kapal Asing?

KAMIS, 18 DESEMBER 2014 | 22:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi ijin 1.928 kapal asal Vietnam masuk Laut Natuna menuai kecaman. Dikatakan Menteri Susi, seluruh kapal tersebut setidaknya berawak 13.399 orang.

"Sebaiknya Susi tidak memberikan ijin kapal ikan asing sebanyak itu masuk perairan Indonesia. Apapun alasannya, jika memang serius mau memperketat pengawasan laut RI dari kapal-kapal asing, pemberian ijin ini tidak tepat," ujar Direktur Indonesia Maritime Institute (IMI) Y. Paonganan saat berbincang dengan Kantor Berita Politik sesaat lalu (Kamis, 18/12).

Sekalipun kapal asal Vietnam yang diberi ijin tersebut hanya perahu kayu seperti tiga perahu kayu yang ditenggelamkan di perairan Anambas beberapa hari lalu dan menimbulkan kehebohan, namun menurut dia, tidaklah mudah mengawasinya karena jumlahnya sangat banyak.  


Menurut Ongen, demikian Paonganan disapa, jika kapal-kapal tersebut dibiarkan bersandar di Natuna selama dua minggu maka sudah pasti akan menimbulkan masalah sosial dengan masyarakat di sana.

"Jika alasan menghindari badai, kenapa mereka tidak kembali ke negaranya? Ngapain masuk ke perairan Indonesia?" ucap Ongen mempertanyakan.

Ongen pun memperingatkan Menteri Susi tidak menerapkan standar ganda dalam menghadapi kapal asing. Sebab, Menteri Susi seblumnya berjanji akan menangkap dan menenggelamkan 100 kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia. Namun faktanya hingga kini janji tersebut belum diwujudkan.

"Jangan gunakan standar ganda dong," tukasnya.

Seperti diberitakan, Menteri Susi memberikan ijin 1.928 kapal asal Vietnam masuk Laut Natuna Kepulauan Riau. Ijin diberikan setelah Menteri Susi yang sempat jadi sorotan karena bertato, menerima permintaan langsung dari Pemerintah Provinsi Ba Ria Vung Tau dengan alasan perlindungan terhadap nelayan mereka dari serangan badai.

"Pada hari ini kita mendapatkan surat dari Kedubes Vietnam memohon perlindungan atas 1.928 kapal Vietnam yang membawa 13.399. Mereka ingin berlindung dari serangan badai di sekitar Natuna," ungkap Susi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya