Berita

rahim soekasah/net

Olahraga

Rahim Soekasah: Riedl Tak Bisa Dipersalahkan 100 Persen

KAMIS, 18 DESEMBER 2014 | 14:43 WIB | LAPORAN:

Mantan ketua Badan Tim Nasional, Rahim Soekasah mewanti-wanti Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi agar tidak terjebak isu desakan membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Untuk itu, Menpora harus memanggil pengurus PSSI.

"Kedua dicarikan solusinya. Carilah orang-orang yang independen dan tidak ditunggangi pihak ketiga untuk menyelesaikan kasus tersebut," ujar Rahim, menambahkan, di Jakarta.

Lebih jauh bekas manajer timnas Asian Games 1988 ini juga menanggapi kegagalan timnas Indonesia di Piala AFF dan sejumlah event lainnya. Menurut dia, banyak aspek yang melatarbelakangi timnas gagal. Salah satunya, persiapan yang minim.


"Bayangkan saja, untuk menghadapi turnamen berkelas seperti AFF, beberapa pemain justru baru bergabung beberapa hari sebelum laga dimulai. Dan celakanya beberapa dari pemain yang baru bergabung adalah pemain yang memiliki peran penting di Timnas kita," paparnya.

Idealnya, kompetisi sudah selesai jauh-jauh hari sebelum Piala AFF digelar, atau minimal timnas memiliki persiapan selama 1,5 bulan.

"Kalau dua minggu apa yang akan didapatkan," kritiknya.

Ke depannya, menurut dia, jadwal kompetisi harus disesuaikan. Artinya,  kondisi fisik timnas lebih diutamakan.

"Kalau yang sekarang kompetisi yang kita gunakan ini saya rasa sangat merugikan bagi Timnas Indonesia. Harusnya berjalannya kompetisi itu tidak boleh mengganggu persiapan yang dilakukan pemain bersama Tim Nasional," ujar mantan manajer Pelita Jaya ini.

Ia berpendapat, siapapun pelatihnya jika  persiapannya seperti sekarang ini dan tidak ada program yang jelas maka akan selamanya Indonesia terpuruk.

"Riedl tidak bisa disalahkan seratus persen. Seperti saya bilang tadi, siapapun pelatihnya tidak akan bisa membuat Indonesia berbicara banyak kalau PSSI sendiri masih menggampangkan persiapan dalam membentuk Tim Nasional," ulasnya.

Seperti  diketahui, Kemenpora berniat membentuk Tim Sembilan untuk mengawasi kinerja PSSI. Tim tersebut dibentuk atas desakan masyarakat yang mengeluhkan kegagalan timnas Indonesia pada Piala AFF 2014. Bahkan, ada desakan dari Forum Diskusi Sepak Bola Indonesia (FDSI) agar membekukan PSSI karena dianggap gagal mengangkat prestasi timnas di kancah internasional.

Rencananya, Tim Sembilan Kemenpora akan diisi berbagai kalangan, mulai dari perwakilan Kemenpora, PSSI, pengamat sepak bola, wartawan dan masyarakat.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya