Berita

imam nahrawi/net

Olahraga

Bahaya, Menpora Nahrawi Terlalu Jauh Intervensi PSSI

KAMIS, 18 DESEMBER 2014 | 09:53 WIB | LAPORAN:

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi diharapkan tidak terjebak dengan isu seputar desakan pembekukan PSSI lantaran emosi sesaat. Seharusnya Menpora memanggil terlebih dahulu pengurus PSSI untuk mendapat informasi yang akurat.

"Bukan tidak mungkin selama ini Menpora hanya mendapatkan informasi dari sepihak," ujar Rahim Soekasah di Jakarta.

Seperti  diketahui, Kemenpora berniat membentuk Tim Sembilan untuk mengawasi kinerja PSSI. Tim tersebut dibentuk atas desakan masyarakat yang mengeluhkan kegagalan timnas Indonesia pada Piala AFF 2014. Bahkan, ada desakan dari Forum Diskusi Sepak Bola Indonesia (FDSI) agar membekukan PSSI karena dianggap gagal mengangkat prestasi timnas di kancah internasional.


Rencananya, Tim Sembilan Kemenpora akan diisi berbagai kalangan, mulai dari perwakilan Kemenpora, PSSI, pengamat sepak bola, wartawan dan masyarakat.
Menurutnya intervensi pemerintah yang terlalu jauh terhadap PSSI, apalagi sampai membekukan, justru akan membuat suram sepak bola Indonesia. "Kita harus tahu aturannya bahwa yang berhak membekukan asosiasi sepak bola di sebuah negara adalah FIFA. Dan jika pemerintah terlalu jauh intervensi PSSI, justru FIFA yang akan membekukan," ujarnya.

Jika ini terjadi, lanjut dia, maka kompetisi semua jenjang dari usia muda sampai profesional yang tengah berjalan akan terhenti. Begitu juga pembinaan usia muda akan mandek.

"Kasihan anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat mereka akan terhenti," ucapnya.

Untuk itu, Menpora harus hati-hati sehingga tidak terjebak dengan isu yang kemungkinan justru bisa berbalik merugikan Menpora sendiri dan sepakbola Indonesia secara keseluruhan.

"Jangan sampai keputusan itu bagaikan menepuk air terkena muka sendiri. Nanti malah dianya yang malu," ujarnya lagi.

Dia khawatir ada muatan politik di balik desakan membekukan PSSI. Sebab jika ingin menggulingkan kepengurusan PSSI, menurut Rahim, sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang benar. Misalnya, melalui Kongres PSSI.

"Cara itu justru lebih bagus ketimbang harus intervensi yang justru bisa merugikan sepakbola Indonesia," jelasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya