Berita

joko widodo/net

Politik

Swasembada Pangan Jokowi Terganggu oleh Pengalihan Pasokan Gas

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 06:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo menargetkan swasembada pangan dalam waktu tiga tahun. Target itu diberikan Jokowi kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Presiden dengan nada berseloroh bahkan memberikan peringatan 'reshuffle' apabila Menteri Amran gagal mewujudkan swasembada pangan.

Menurut Jokowi, swasembada pangan harus dilakukan supaya Indonesia tidak perlu impor beras dari negara luar. Bila swasembada pangan sudah tercapai, Jokowi mengingatkan menteri terkait untuk membangun pabrik dan gudang.

Menaggapi hal itu, pengamat kebijakan migas Yusri Usman mengatakan impian Presiden tersebut sudah selayaknya diapresiasi. Namun sayangnya, niat baik itu justru terganggu oleh hilangnya pasokan gas untuk industri pupuk. Padahal, pupuk merupakan instrumen penting guna mewujudkan swasembada pangan. Sehingga, pembangunan waduk, perbaikan irigasi, penyediaan bibit unggul, serta penyuluhan pertanian sebagaimana yang dicetuskan Presiden akan sia-sia tanpa ketersediaan pupuk.
 

 
Hal ini, lanjut Yusri, baru saja terjadi setelah dioperasikannya pipa gas Arun-Belawan yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas). Sebagai dampaknya, pabrik pupuk Iskandar Muda I dan industri pupuk Asean di dekat kilang LNG Arun Lhoksemawe yang sejak 2002 tidak lagi beroperasi karena kekurangan suplai gas sebagai bahan bakunya, akan terus mengalami kondisi mati suri.

"Maka dua pabrik pupuk yang nilai investasinya sekitar USD 800 juta ini sudah lama mati di lumbung gas," sebuat dia dalam keterangannya, Rabu (17/12).
 
Yusri melanjutkan, jika pabrik pupuk gagal produksi, itu artinya pertanian maupun perkebunan akan kena imbasnya. Pasokan pupuk yang berkurang otomatis akan menghambat laju swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi.
 
Semakin miris lagi, sambung dia, selain terganggunya swasembada pangan, pengoperasian pipa gas Arun-Belawan yang ditujukan untuk pembangkit listrik juga melanggar hukum. Pasalnya, gas yang seharusnya diprioritaskan untuk peningkatan produksi migas nasional dan kebutuhan industri pupuk, malah dialokasikan untuk pembangkit listrik. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3/2010 tentang alokasi dan pemanfaatan gas bumi yang sudah dibuat berjenjang.

"Dalam Permen tersebut, kebutuhan pembangkit listrik berada di urutan nomor tiga, disusul kebutuhan industri lainnya di urutan nomor empat. Dengan kata lain, gas Arun-Belawan yang diperuntukkan bagi kebutuhan pembangkit listrik telah melanggar Permen," demikian Yusri. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya