Berita

Politik

Jokowi Pemimpin Tidak Peduli Rakyat?

SENIN, 15 DESEMBER 2014 | 15:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo bakal dicap sebagai presiden yang tidak peduli dengan nasib rakyat. Setelah mencabut subsidi BBM, Jokowi kini berencana mencabut subdsidi angkutan kereta api dan tarif dasar listrik.

"Pencabutan subsidi merupakan keputusan tegas yang harus dibayar mahal oleh Jokowi. Jika tidak memberi dampak positif kepada masyarakat maka Jokowi akan di cap sebagai pemimpin tidak pro rakyat," ujar Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik sesaat lalu (Senin, 15/12).

Dia mengatakan, kenaikan berbagai harga menjadi kado akhir tahun dari pemerintahan Jokowi bagi masyarakat. Masalah, kata dia, Jokowi selalu berdalih pencabutan subsidi dilakukan untuk dialihkan ke sektor lain yang bermanfaat, tapi tidak pernah memberikan kepastian batas waktu, serta kapan dan apa yang akan di dapat masyarakat dari pengalihan tersebut.


Jajat menilai, langkah pemerintahan Jokowi yang ingin mengedepankan pembangunan di berbagai aspek jangan terkesan hanya wacana. Jokowi harus bisa memastikan target apa yang akan di selesaikan terlebih dahulu, apakah pembuatan rel kereta api, pelabuhan, atau yang lainnya. Dengan demikian masyarakat tidak merasa dibohongi akibat pencabutan subsidi.

"Ini adalah momen tepat untuk membuktikan kebenaran jargon yang dipakai Jokowi sewaktu Pilpres yaitu slogan Pemimpin Rakyat, Lahir dari Rakyat” adalah tepat," sindir Jajat.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya