Berita

Olahraga

PON REMAJA I/2014

Icuk Sugiarto: Jatim Halalkan Segala Cara Raih Juara

MINGGU, 14 DESEMBER 2014 | 07:55 WIB | LAPORAN:

Komandan Kontingen DKI Jaya Icuk Sugiarto menganggap perjuangan para atlet Ibukota untuk meraih gelar juara umum di PON Remaja I/2014 cukup berat di tengah ambisi tuan rumah yang menghalalkan segala cara untuk meraih gelar juara.

Menurut Icuk, cara-cara tuan rumah dalam perebutan medali sangat merugikan Kontingen DKI Jaya terutama di cabang olahraga permainan. Pembatasan kuota atlet bagi daerah lain di cabang bulutangkis, tenis meja, dan didiskualifikasinya atlet DKI Jaya di cabang tenis mencoreng penyelenggaraan PON Remaja kali ini.

Selain itu, panitia juga memutuskan adanya empat juara bersama di cabang senam agar jumlah medali tuan rumah bertambah. Berarti PON Remaja kali ini memperebutkan 137 medali bukan 133 medali.


"Seperti di bulutangkis, kami hanya diperbolehkan membawa dua pemain yang tampil di tiga nomor. Sebaliknya tuan rumah atletnya boleh lebih. Di cabang tenis atlet kami diprotes dan kena diskualifikasi karena dianggap bukan atlet DKI. Padahal, pihak Panpel sudah mengeluarkan id cardnya,”" ungkap Icuk.

Itu diperparah lagi dengan tindakan suporter tuan rumah yang meneror atlet-atlet DKI Jaya dengan kata-kata yang menjurus rasis.

"Ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi KONI Pusat. Tindakan tuan rumah yang menghalalkan segala cara tanpa mengindahkan sportivitas seperti yang didengung-dengungkan tuan rumah," tegasnya.

Hingga hari keenam pelaksanaan PON Remaja, DKI Jaya berada di peringkat kedua perolehan medali dengan 29 emas, 21 perak, dan 16 perunggu. Sedangkan Jatim masih di puncak lasemen dengan mengantongi 33 medali emas, 24 perak dan 14 perunggu. Peringkat ketiga diduduki oleh Jabawer (8,8,13)

Sementara itu Sekretaris umum Pengurus Besar (PB) PON Remaja, Soewanto mengatakan, kerja efektif penyelenggara relatif singkat, yakni sejak keluar Surat Keputusan (SK) dari KONI Pusat pada Maret 2014.

"Sejauh ini belum ada laporan atas keluhan. Ini sangat kita syukuri, karena itu tak terlepas dari kerja keras kita semua," kata Soewanto.

Pernyataan Soewanto bertolak belakang dengan kondisi yang ada. Bahkan KONI DKI sudah melayangkan surat protes kepada panpel.Berkaitan dengan banyak hal khususnya soal kuota pemain dan makin tak terbendungnya suporter yang berbuat rasis.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya