Berita

Khofifah Indar Parawansa/net

Politik

Mensos: Konflik Sosial Bisa Berujung Pada Kemiskinan Baru

SABTU, 13 DESEMBER 2014 | 11:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jadi tugas seluruh masyarakat untuk mengatasi pudarnya nilai-nilai kearifan lokal, krisis saling percaya, dan rentannya komunikasi serta kohesivitas sosial antar warga.

Karena itu Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) 2014 sebagai upaya merekatkan integrasi sosial antat warga menuju integrasi bangsa.

"Tim LBKS diharapkan menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai permasalah bangsa dan meneguhkan negara hadir. Juga, menjadi pengungkit lahirnya kecintaan terhadap jati diri bangsa," kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Gubernur DKI Jakarta dan ibu-ibu dari OASE KK saat melepas Tim LBKS di Silang Monas Selatan, Jakarta, Sabtu (13/12).


LBKS adalah bagian dari rangkaian acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), yang diperingati setiap tanggal 20 Desember. Sedangkan HKSN tahun ini bakal digelar di Provinsi Jambi.

Tim LBKS direncanakan melakukan penjangkauan ke beberapa provinsi, di antaranya DKI Jakarta; Pandeglang, Banten; Kalianda, Lampung; dan Lahat, Sumatera Selatan, sebelum berakhir di Kota Jambi. Tim LBKS merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat, seperti Tim Reaksi Cepat (TRC), Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos, Satgas Kesetiakawanan Sosial, Pajero Club, dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja.

Pemilihan tempat-tempat tado berdasarkan pada analisis peta masalah sosial yang paling berisiko dan perlu penanganan segera, seperti pemasangan kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas, santunan dan bantuan sembako bagi kelompok marjinal, donor darah, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni, serta penyuluhan sosial.

Peduli, berbagi dan toleransi adalah sikap yang harus dikuatkan dengan pendampingan dan revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Misalnya, rukun agawe santoso di Jawa Tengah; silih asih, silih asah, silih asuh di Jawa Barat; tuah tanah sakato di Sumatera Barat; dan pela gandong di Maluku.

Ditambahkan Mensos bahwa saat ini maraknya konflik sosial membuat miris semua pihak. Konflik sosial bisa berujung pada bencana sosial dan dampaknya jauh lebih berat dibandingkan bencana alam.

"Konflik sosial yang berujung pada bencana sosial, tidak hanya menimbulkan korban jiwa, harta benda, tapi juga bisa menjadi awal kemiskinan baru," tegas Mensos. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya