Berita

tjahjo kumolo/net

Politik

Mahasiswa: Tjahjo Kumolo Jangan Bermanuver Politik

JUMAT, 12 DESEMBER 2014 | 05:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mahasiswa yang tergabung dalam Serumpun Mahasiswa Riau (Semari) mempertanyakan sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo, yang menolak menyetujui revisi RAPBD Riau tahun 2015.

Ketua Umum Semari, Andi Zaidul Khair, menilai penolakan tersebut sebagai "manuver politik" dan bentuk ikut campur pemerintahan pusat terhadap politik anggaran di daerah.

"Mendagri sebagai perpanjangan tangan pemerintahan pusat sebaiknya tidak bermain politik, ia harus objektif dan bebas dari kepentingan partai politik," katanya lewat keterangan pers, Jumat (12/12).


Pihaknya juga menyesalkan pernyataan Mendagri yang secara terang-terangan mengatakan terdapat anggaran "bodong" dalam RAPBD Provinsi Riau Tahun 2015.

"Terlalu jauh bila Mendagri mengatakan demikian. Seharusnya ia membeberkan kepada publik anggaran apa yang dimaksud agar tidak memberikan preseden buruk terhadap pemerintahan daerah," tegas Zaidul

Hal senada diungkapkan aktivis Konfederasi Organisasi Daerah Nusantara (Kodenusa), Usep Mujani. Ia mengingatkan, Mendagri seharusnya dapat memberikan supervisi dan pengawasan bila terdapat masalah administratif, bukan melontarkan pernyataan yang merendahkan pemerintahan daerah.

"Mendagri sudah keterlaluan bila mengumbar pernyataan yang tidak sepatutnya. Kami berharap pemerintahan pusat mendorong pemerintahan daerah untuk bekerja cepat bukan sebaliknya," pungkasnya.

Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa APBD Provinsi Riau tahun 2015 yang telah disepakati antara pemerintah daerah dengan DPRD Riau sekitar Rp 10,7 triliun bermasalah, dan terancam tidak ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Dodi Riadmadji mengatakan permasalahan tersebut disebabkan APBD Riau yang diserahkan kepada Direktorat Jenderal Keuangan Daerah bukan hasil pembahasan antara Pemprov Riau dengan DPRD, melainkan APBD hasil revisi Gubernur Riau H Anas Maamun yang kini sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Sedangkan, baru-baru ini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mencoret alokasi sejumlah mata anggaran yang diduga bodong dan disusupkan dalam APBD Riau Tahun 2015. Nilainya cukup fantastis, yaitu mencapai Rp100 miliar. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya