Berita

ilustrasi/net

Dunia

Bom Bunuh Diri Celana Dalam Tewaskan Pria Jerman

JUMAT, 12 DESEMBER 2014 | 03:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pelaku bom bunuh diri berusia remaja meledakkan dirinya di sebuah auditorium Pusat Kebudayaan Perancis, di Kabul, pada Kamis (11/12).

Sejauh ini tercatat, seorang pria berkebangsaan Jerman tewas akibat ledakan itu. Sedangkan 16 orang lainnya terluka.

Kejadian memilukan itu terjadi ketika orang-orang sedang menonton sebuah drama yang pesannya mengutuk serangan bom bunuh diri.


Ledakan bunuh diri di ibukota Afghanistan ini adalah yang kedua terjadi pada hari Kamis, setelah enam tentara Afghanistan tewas ketika bus mereka dihantam bom bunuh diri di pinggiran kota Kabul.

Kelompok gerilyawan Taliban mengaku bertanggung jawab atas dua tragedi tersebut.

Gerilyawan Islam Taliban terus menyerang target militer dan sipil sebelum akhir tahun di mana sebagian besar tentara tempur asing akan menarik diri dari negara penuh konflik itu.
 
Kepala Departemen Dalam Negeri Afghanistan, Jenderal Ayoub Salangi, menyatakan pelaku bom teater kemungkinan berusia 17 tahun.

"Saya mendengar ledakan memekakkan telinga. Ada orang lokal, orang asing, gadis-gadis muda dan anak laki-laki menonton pertunjukan," ungkap saksi, Sher Ahmad, seorang aktivis yang berada di auditorium itu, kepada Reuters.

"Potongan daging terpampang di dinding. Ada anak-anak dan perempuan menangis minta tolong," tambahnya.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan, aksi keji itu dilakukan dalam sebuah acara yang dianggap pihaknya  menghina nilai-nilai Islam dan menyebarkan propaganda hitam tentang operasi jihad Taliban, terutama terkait serangan bom bunuh diri.

Soal korban tewas, Jenderal Salangi memastikan ia adalah seorang pria Jerman. Namun identitasnya belum jelas.

Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengatakan serangan itu "sangat durhaka karena mengorbankan orang-orang yang membantu negara itu membangun masa depan yang lebih baik".

Kepala polisi Kabul, Abdul Rahman Rahimi, menambahkan, lokasi kejadian itu sebetulnya sudah dijaga ketat. Namun, ada kemungkinan pelaku menyembunyikan bahan peledak di celana dalamnya demi menerobos barikade keamanan.

Taliban dianggap sedang meningkatkan kampanye kekerasan dengan mengambil keuntungan dari ketidakpastian dan kelemahan pasukan keamanan Afghanistan. Sementara, pasukan militer negeri itu tengah mempersiapkan diri untuk mengambil alih perang melawan pemberontakan setelah pasukan asing benar-benar pergi. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya