Berita

mohamed Abdelaziz/net

Dunia

Berapa Kekayaan Mohamed Abdelaziz yang Berkuasa Begitu Lama

JUMAT, 12 DESEMBER 2014 | 00:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Berapa kekayaan yang  dikumpulkan Mohamed Abdelaziz setelah berkuasa selama 38 tahun di kamp pengungsi Tindouf?

Itulah pertanyaan yang diajukan kordinator Khat Ach Chadid (KAC), Mahjoub Salek, ketika menghadiri Forum HAM Dunia di Marrakesh, Maroko, baru-baru ini. Bukan hanya kekayaan Abdelaziz yang menurutnya harus dipertanyakan, tetapi juga kekayaan seluruh pimpinan Polisario.

KAC adalah kelompok oposisi yang dibentuk orang-orang Sahrawi yang melarikan diri dari Tindouf. Mereka menentang dominasi Polisario yang telah berlangsung begitu lama.


"Saya mengenal pemimpin-pemimpin Polisario. Beberapa dari mereka adalah teman sekelas saya. Saya tahun mereka dulunya susah," ujar Mahjoub Salek.

Bukan baru kali ini Mahjoub Salek memperlihatkan perlawanan terhadap Polisario. Dia pernah dipenjara selama enam tahun antara 1982 hingga 1988 karena berani melawan Polisario. Mahjoub Salek masih menetap di Tindouf dan menggunakan paspor Spanyol untuk mengunjungi negara-negara lain.

Menurut Mahjoub Salek, dia dan aktivis KAC laiannya merasa ikut bertanggung jawab melindungi ribuan orang Sahrawi yang sampai kini masih berada di dalam kamp Tindouf dan dimanfaatkan Polisario untuk mendulang dukungan dan bantuan ekonomi dari berbagai lembaga kenanusiaan internasional.

Upaya yang dilakukan KAC kini, sebutnya, adalah untuk membantu orang-orang Sahrawi yang masih ada di Tindouf kembali ke Maroko.

"Polisario lumpuh karena mereka tidak pernah mengevaluasi tindakan yang mereka ambil selama 40 tahun dengan kritis," kata Mahjoub Salek lagi.

"Tidak ada kelompok elang atau merpati di Polisario. Di sana hanya ada Mohamed Abdelaziz, pembuat kebijakan dan pemimpin yang tidak bisa mentolerir bila ditantang dan hanya berpihak pada Aljazair yang melindunginya," sambung Mahjoub Salek.

Seperti kelompok oposisi lain di Tindouf, Mahjoub Salek meminta bantuan dari organisasi internasional dan NGO untk membantu perjuangan orang-orang Sahrawi di Tindouf melepaskan diri dari Polisario.

Dia juga mengingatkan lembaga bantuan kemanusiaan yang masih mengirimkan bantuan ke Tindouf bahwa pengungsi adalah alat yang digunakan pemimpin Polisario untuk menumpuk kekayaan. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya