Berita

Politik

Mengapa Ada Bangkai Kapal Nazi di Perairan Indonesia?

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 14:31 WIB | LAPORAN:

Bangkai kapal selam Nazi Milik Jerman yang sempat menghebohkan keberadaannya di perairan pulau Jawa berhasil diangkat ke permukaan oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL. Temuan ini akan diteliti lebih lanjut.

Mayor Laut (P) Yudho Ponco Ari dari Komando Detasemen III Sat. Kopaska Armartim Surabaya mengaku tertarik untuk meneliti bangkai kapal jenis U-Boat tersebut. Menurut Yudho Tim Peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, sudah ada penelitian atas keberadaan bangkai kapal itu pada tahun 2013 lalu.

"Kami mengadakan eksepedisi tersebut untuk membuktikan penemuan kapal selam tersebut, namun mereka tak bisa menunjukan keadaan kapal itu sebenarnya," ujar Mayor Laut Yudho saat konferensi pers di kantor BPPT, Jakarta, Kamis (11/12)


Di tempat yang sama, perwakilan Komunitas Sejarah Roodebrug Surabaya, Adi Erlianto Setiawan menjelaskan, kehadiran tentara Jerman (Nazi) di Indonesia bukannya dalam rangka invasi ke Indonesia.

Jerman pada tahun 1940-an bersekutu dengan Jepang. Saat itu tentara Jepang meminta Jerman untuk mengawal kapal pengangkut materi bahan baku seperti karet.

"Awal pengiriman ada sebanyak 12 kapal selam dengan nama operasi Monsun Gruppe pada tahap pertama Juni-Juli 1943 kemudian tahap kedua di bulan September-Oktober dari Penang menuju Batavia (Jakarta)," bebernya

Hal ini dilakukan karena pasca 1943 keadaan perairan Indonesia berbahaya seperti halnya perairan Atlantik. Sementara itu menurut catatan sejarah kapal selam yang pertama kali hadir di Batavia adalah kapal jenis U-Boat 511.

"Selama di Tanjung Priuk mereka tinggal di Batavia, di mana digambarkan pelabuhan di sana sangat ramai dengan tentara. Para tentara Jerman di Batavia diberikan identitas dengan nama Jerman dan Jepang di mana bermarkas di Koninsplein (yang kini bernama Harmoni)," urai Adi lebih lanjut.

Meski kapal selam pertama U-Boat 511 yang mendarat, namun bisa dipastikan penemuan kapal yang ditemukan di perairan Indonesia berjenis U-Boat 168. Pasalnya, kapal U-168 itu diarahkan dari Batavia ke Surabaya dan mendapat serangan dari Belanda.

Berdasarkan investigasi yang berhasil ditelusuri timnya dari perwira Jerman, kapal tersebut diserang oleh torpedo oleh kapal selam Belanda pada pukul 06.52 pagi pada 6 Oktober 1994 dengan kecepatan 14 knots.

"U-Boat tersebut sudah diawasi 11 menit. Kapal tersebut tak menyangka menerima serangan karena saat itu perwira sedang santai. Sonar tidak berfungsi karena jika kecepatannya 12 knots, kapal tersebut kemudian tenggelam setelah enam serangan torpedo, satu diantaranya mengenai kapal selam Jerman. Hanya 27 perwira yang selamat," demikian Adi.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya