Berita

Olahraga

Diprotes Kuota Atlet Dibatasi, PB PON Remaja Tunjuk KONI DKI

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 10:53 WIB | LAPORAN:

Kebijakan KONI Pusat dan PB PON Remaja yang memberikan kuota empat atlet kepada tuan rumah Jawa Timur, dipertanyakan. Pasalnya, daerah lain hanya mendapatkan jatah dua atlet yang juga harus merangkap bermain di nomor ganda campuran.

Ketua Bidang Pertandingan PB PON Remaja, Irmantara Subagio menjelaskan, masalah kuota atlet untuk masing-masing kontingen sudah diputuskan dalam rapat koordinasi KONI se-Indonesia.

"Keputusan itu juga sudah disampaikan kepada KONI se-Indonesia. Kalau sekarang Icuk Sugiarto (Ketua PBSI DKI Jakarta) protes soal kuota, berarti dia tidak pernah dapat penjelasan dari KONI DKI Jakarta," katanya saat dihubungi terpisah.


Sementara itu, pasangan Akbar Gusti/Nabila yang menjadi unggulan teratas selanjutnya akan ditantang Fauzi Ramdhan/Triya Nur Sa'adiah (Jabar), yang lolos semifinal dengan mengalahkan Erick Eriawan/Silvi Wulandari (Jateng) 21-16, 22-20.

Unggulan ketiga Sri Fatmawati menjadi salah satu wakil Jatim yang lolos ke semifinal tunggal putri, sedangkan satu wakil lainnya di nomor ganda campuran melalui pasangan Akbar Gusti Ramadhani/Mifthaul Nabila yang menempati unggulan pertama.

Sri Fatmawati melaju ke babak empat besar setelah mengalahkan Asty Dwi Widyaningrum (Papua) di babak perempat final dengan skor 21-12, 21-19. Pada perebutan tiket final yang digelar Kamis (11/12), pebulu tangkis asal Probolinggo, Jatim, itu, akan bertemu unggulan kedua asal DKI Jakarta, Jauza Fadhila Sugiarto.

Putri mantan juara dunia Icuk Sugiarto itu, lolos ke semifinal berkat kemenangan 21-18, 21-12 atas unggulan ke-5 Isra Faradila (Sulawesi Tenggara). Semifinal tunggal putri lainnya akan mempertemukan Ranti Dwi Putri (Kalimantan Selatan) dengan Silvi Wulandari (Jawa Tengah).

"Di atas kertas, Jauza Fadhila memang lebih unggul, tetapi kami berharap Sri Fatmawati tidak takut. Apalagi dia main di kandang sendiri," kata pelatih tim bulutangkis Jatim, M Nadip.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya