Berita

rolling stone gunung padang/net

Detail Rahasia Gunung Padang Belum Boleh Disampaikan kepada Publik

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 00:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Beberapa waktu belakangan ini inbox inisiator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Andi Arief dipenuhi pertanyaan mengenai apa yang sesungguhnya ada di bawah permukaan situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.

Atas pertanyaan ini, mantan Staf Khusus Presiden itu mengatakan, dirinya belum diperkenankan untuk menyampaikan kepada publik detil dari rahasia” yang terpendam itu.

Sejauh ini, mengikuti penelitian yang dilakukan TTRM di Gunung Padang sejak 2011, sudah bisa dipastikan ada bangunan besar buatan manusia yang tertimbun di bawahnya. Selain itu juga telah ditemukan sejumlah artefak, seperti artefak terakhir yang menyedot perhatian yang disebut batu berputar atau rolling stone.


Andi Arief, mengatakan, penelitian yang dilakukan TTRM memperlihatkan bahwa tinggi bangunan tersebut hampir 200 meter, sementara luasnya sekitar 900 meter persegi.

"Dengan asumsi mengikuti teras-teras yang ada yang versi 900 meter persegi, dan dengan kedalaman 30 meter saja bagi ahli gefisika dan ahli geologi bukanlah hal yang sulit untuk mengetahuinya," ujar Andi Arief.

Geofisikawan dan geolog yang bekerja di sektor minyak dan gas, sebut Andi Arief, mampu mengetahui kandungan di bawah permukaan bumi hingga kedalaman ribuan meter.

"Lahan batubara misalnya, yang luasannya puluhan ribu hektare saja mampu diketahui berapa deposit dan berapa kalorinya. Apalagi yang cuma kedalama 30 meter dan luasan hanya 900 meter persegi," ujar Andi Arief.

Kembali ke pertanyaan yang diajukan kepadanya mengenai detail rahasia di bawah permukaan Gunung Padang, Andi Arief mengatakan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) melibatkan diri dan menjadi solusi untuk urusan "sepele" ini. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya