Berita

jokowi/net

Kepala BIN yang Tepat Didemo soal Papua, Bukan Jokowi!

RABU, 10 DESEMBER 2014 | 12:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kunjungan Jokowi ke Yogyakarta memberikan kuliah umum diwarnai insiden puluhan mahasiswa asal Papua menggelar aksi demonstrasi di Bundaran UGM pada Selasa (9/12).

Mahasiswa asal Papua itu memprotes bentrok bersenjata antarmiliter Indonesia dengan warga yang diduga anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Kabupaten Paniai, Papua. Mereka membentangkan dua spanduk besar berisi foto tujuh korban meninggal akibat bentrok itu.

Menurut Sekretaris Eksekutif Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsyi, aksi itu tidak tepat sebab ditujukan pada Jokowi. Seharusnya yang menerima aksi demo tersebut adalah Kepala BIN Marciano Norman.


"Tanda-tanda bahwa gejolak di Papua itu bisa diantisipasi sejak awal jika BIN peka melihat kecolongan pengibaran bendera OPM di bundaran HI Jakarta beberapa hari lalu serta rentetan kejadian lain di Papua yang menyertainya," kata Fahmi kepada Kantor Berita Politik beberapa saat lalu (Rabu, 10/12).

Menurut Fahmi, pola pendekatan intelejen yang dilakukan saat ini telah gagal mendukung komitmen Jokowi soal Papua. Ini sama dengan permalukan Jokowi-JK di mata warga Papua karena Papua merupakan kantong suara kemenangan pilpres pak Jokowi kemarin.

"Kecolongan soal Papua ini mungkin saja Kepala BIN sudah lelah bertugas sejak era SBY. Jadi Jokowi-JK tidak tepatlah memaksa perpanjangan jabatan kepala BIN. Kasian pak Marciano," tandasnya.

Pusaka Trisakti pun mengusulkan agar Jokowi-JK membentuk Tim Dialog Papua yang melibatkan stakeholder.

"Jangan hanya penyelesaian Papua diserahkan dalam kerangka pendekatan keamanan saja. Menkopolkamnya kan baru belajar soal Papua," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya