Berita

aburizal bakrie/net

Politik

Suka Menari Lincah, Golkar Ogah Mati Konyol Hadapi Gelombang Besar

RABU, 10 DESEMBER 2014 | 00:57 WIB | LAPORAN:

Dalam Musyawarah Nasional di Bali, Aburizal Bakrie alias Ical berjanji kepada para kadernya akan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah dan mengembalikan mekanisme pemilihan melalui DPRD.

"Pada masa persidangan (DPR) awal tahun 2015 mudah-mudahan sesuai dengan kehendak saudara-saudara, kita dapat menolak Perppu (pilkada langsung) itu," ucap Ical dalam pidatonya di acara Munas Golkar di Bali, pekan lalu (Selasa malam, 2/12).

Namun kini, sikap Ical berubah 180 derajat. Ical menyatakan, Golkar siap mendukung Perppu Pilkada Langsung. Sepertinya, Ical tidak mau mati konyol menolak Perppu sendirian.


Perubahanan sikap ini disampaikan Ical melalui akun twitter pribadinya, @aburizalbakrie. Ada 18 cuitan yang disampaikan Ical. Mulai dari awal masuknya Perppu ke DPR, perjanjian Koalisi Merah Putih (KMP) untuk Perppu tersebut, sikap kader-kader Golkar di Munas, sampai keputusan Golkar untuk menerima Perppu itu.

Pakar politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Adi Suryadi Culla, melihat, perubahan ini menunjukkan inkonsistensi Golkar dalam mengusung ide. Golkar hanya mencari untung, tapi saat menghadapi tentangan akan langsung mundur teratur.

"Inilah akrobatik politik Golkar. Dia suka menari-nari lincah di atas ombak. Tapi saat ada gelombang besar, tidak berani melawan,: ucapnya, Selasa malam (9/12).

Dengan kondisi sekarang, lanjut Adi, Golkar memang tidak mungkin menang dalam menolak Perppu Pilkada Langsung. Pihak-pihak yang mendukung Perppu itu makin banyak. Bahkan, partai-partai di Koalisi Merah Putih pun ikut mendukung Perppu bikinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Gelombangnya terlalu kuat. Daripada kalah dan mati konyol, pilihan pragmatisnya ya Golkar memang harus ikut mendukung Perppu itu," sebut Adi. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya