Berita

Ditagih Janji Pemerintah Wujudkan 1000 Desa Nelayan

SELASA, 09 DESEMBER 2014 | 18:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isu perbaikan nasib nelayan terus menjadi sorotan. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2014 mendesak nasib nelayan diperjuangkan kesejahteraannya dengan melibatkan peran dan keikutsertaan nelayan secara langsung dalam mewujudkan kehidupan lebih baik bagi nelayan.

"Salah satu hasil Rapimnas, bidang Infrastruktur bidang Maritim dan Pesisir, adalah mendorong dan bersinergi dengan pemerintah, terkhusus di sektor Kelautan dan Perikanan untuk bersama-sama nelayan mewujudkan program-program pro nelayan," terang Wakil Ketua Komite Tetap Maritim Dan Pesisir Bidang Infrastruktur Kadin Indonesia, Siswaryudi Heru, kepada wartawan di acara Rapimnas Kadin Indonesia 2014, yang diselenggarakan di Hotel Pullmann, Cetral Park, Podomoro City, Jakarta (Selasa, 9/12).

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Infrastruktur Zulnahar Usman dan Ketua Komite Tetap Bidang Maritim dan Pesisir (Komtap) Kadin, Bambang Haryo menekankan pentingnya sejumlah program unggulan dan realisasi program-program pro-nelayan yang sudah dijanjikan Presiden Jokowidodo kepada nelayan.


"Seperti, pembangunan tol laut, infrastruktur perikanan yang melibatkan nelayan. Itu menjadi titik yang perlu segera direalisasikan," ujar Bambang Haryo.

Siswaryudi Heru yang merupakan Ketua DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan, menyampaikan bahwa sejumlah pemetaan tentang perikanan dan kelautan yang melibatkan nelayan sudah dilakukan. Karena itu, realisasi program-program pro nelayan, sudah tidak lama lagi bisa dikerjakan sebagai wujud komitmen pemerintah kepada pengembangan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

"Mendukung pembangunan infrastruktur nelayan sesuai program pemerintah mewujudkan 1000 Desa Nelayan. Kadin akan membantu merealiasasikan program yang merupakan bagian program Jokowi untuk sejahterakan sektor nelayan ini," ujar Siswaryudi.

Selain itu, dengan tidak terpisahkan dari bidang Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP), lanjut dia, dilakukan pemetaan dan kerja sama dengan KKP.

"HNSI sendiri pun sudah menyampaikan dukungan dan realisasi konkrit agar segera dilakukan Pemerintah Jokowi, termasuk merealisasikan Kartu Pintar Nelayan, yang sudah disampaikan ke Pak Jokowi, HNSI merangkul BRI sebagai partner," papar Siswaryudi.

Keterlibatan nelayan secara langsung dalam pembangunan infrastruktur dan merealisasikan janji-janji kampanye Jokowi kepada nelayan, menurut Siswaryudi, merupakan sebuah upaya membangun trust dan memberdayakan masyarakat nelayan untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraannya.

"Masyarakat nelayan dan pesisir, menunggu realisasi dan mengupayakan pembangunan yang pro nelayan yang meningkatkan kesejahteraan nelayan," pungkasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya