Tim sepak bola DKI Jaya harus puas menjadi runner up Liga Siwo 2014. Itu terjadi setelah pada final di Gelora 10 November Surabaya, Senin (8/12), DKI Jaya kalah menyesakkan 0-1 dari tuan rumah Jawa Timur (Jatim) A. Ironisnya, gol itu lahir dari tendangan penalti pemain Jatim A, M Andik.
Ini adalah kekalahan pertama tim sepak bola DKI Jaya atas Jatim dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, di ajang Liga Siwo dan Porwanas, DKI telah lima kali mengalahkan Jatim. Di Liga SIwo 2014 ini, DKI Jaya didukung penuh oleh KONI DKI Jakarta, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), PT Liga Indonesia, distributor rumput sintetis Greenfields, Mahaka, Sinar Mas Land, Adidas, dan TravelAsia.
Atas keberhasilan itu, Jatim A berhak atas hadiah utama Rp 10 juta ditambah tropi. DKI Jaya berhak atas hadiah kedua Rp 5 juta, sementara DI Yogyakarta (DIY) sebagai juara ketiga mendapat Rp 3 juta, dan juara keempat Kalsel dengah hadiah Rp 2 juta.
Laga DKI Jaya dan Jatim A berjalan cukup menarik. DKI Jaya yang pada laga semifinal melawan Kalsel, tampil buruk, kali ini tampil kesetanan. Motivasi yang disuntikkan mantan pelatih Yusuf Kurniawan yang menyempatkan datang ke Surabaya hanya untuk mendukung perjuangan tim DKI Jaya berhasil melecut semangat Iskandar dkk. Alhasil, Jatim yang sebelumnya sangat optimis bisa menang, justru dibuat kelabakan oleh trio Iskandar, Kacung, dan Farouk.
Selain itu kehadiran Ketua Siwo Jaya Hari Bukhari dan Bendahara Siwo Jaya Daryadi yang mendukung perjuangan tim dari pinggir lapangan, juga membuat tim DKI Jaya bermain lebih 'hidup'. Padahal pada laga itu, DKI Jaya tampil tanpa playmaker Lody Hutabarat yang cedera hamstring di babak semifinal, serta fulbek Choky Sihotang yang absen karena mendapat kartu merah.
Bahkan tiga menit laga berjalan tendangan silang Farouk hampir menjebol gawang Jatim. Sayang, tendangan terukur itu masih terkena mistar gawang Jatim A. Selanjutnya, kedua tim silih berganti melancarkan serangan, meski sampai babak pertama usai, skor 0-0 tetap tidak berubah.
Di babak kedua, Jatim A menarik pemain seniornya, M Erwin untuk menambah daya gedor timnya. Malapetaka tim DKI Jaya datang tiga menit babak kedua berjalan. Gelandang bertahan DKI Jaya Iwan handsball di kotak terlarang. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. M Andik yang menjadi algojo, berhasil menjalankan tugasnya menjebol gawang DKI yang dikawal Saiful.
Skor 1-0 membuat laga semakin 'keras'. Sayang kepemimpinan wasit yang kurang jeli, membuat beberapa pelanggaran dibiarkan saja. Bahkan saat striker DKI Jaya, Kacung dilanggar dari belakang oleh kapten Jatim, Dayat, wasit tidak memberi kartu merah. Padahal, Kacung sudah sendirian di garis belakang pertahanan Jatim.
Beruntung, meski terjadi beberapa kali benturan keras, tidak terjadi insiden di sepanjang pertandingan. Sampai laga 2X35 menit habis, skor 1-0 untuk Jatim A tidak berubah.
Pelatih DKI Jaya Faisal Yusuf Sahitua mengatakan, secara permainan timnya tidak kalah dari tuan rumah. Ia hanya menyayangkan kepemimpinan wasit yang dinilai kurang cakap.
"Kalah atau menang bagi kami tidak masalah. Apalagi kami juga telah tampil bagus. Jujur ini salah satu penampilan terbaik DKI Jaya di Liga Siwo 2014 ini. Sayang memang wasit benar-benar telah merusak pertandingan ini," ujar Crep, panggilan karib Faisal.
Penanggung jawab tim Siwo Jaya Tubagus Adhi mengatakan, secara target, timnya telah berhasil memenuhinya. Ia pun mengajak seluruh pemain DKI Jaya untuk tidak larut dalam kekalahan, tetapi tetap mensyukuri capaian ini.
"Persiapan kita hanya sepuluh hari, sementara Jatim A persiapannya tujuh bulan. Jadi ini adalah hasil terbaik dari perjuangan terbaik yang telah kita lakukan. Saya juga patut ucapkan selamat kepada Jatim A yang akhirnya mampu memutus rekor tidak pernah menang dari DKI Jaya," tandas Bang Tebe, panggilan karib Tubagus Adhi.
[wid]