Berita

mahfud md

Hukum

Kasus Bonaran, Penyidik Telusuri Cawe-cawe Hakim Pilkada Tapteng lewat Mahfud MD

SENIN, 08 DESEMBER 2014 | 17:07 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik kasus dugaan suap terkait sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi (MK) dari Mahfud MD.

Mantan Ketua MK itu setidaknya ditanya mengenai siapa hakim yang menangani sengketa pilkada yang menggugat Bonaran Situmeang, Bupati Tapteng yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang Bonaran, saya hanya ditanya siapa majelis hakimnya, apakah Akil atau bukan? Bukan, saya bilang. Majelis hakimnya Pak Sodiki, Pak Haryono, dan Pak Fadlil," kata Mahfud di Kantor KPK Jakarta, Senin (8/12).


Walau begitu, Mahfud mengklaim tak mengetahui seluk beluk perkara suap yang juga telah menjerat mantan Ketua MK, Akil Mochtar sebagai pesakitan. "Saya tidak tahu ada kasus penyuapan terhadap Akil. Saya ditanya begitu saja," jelasnya.

Mahfud sendiri menyangkal dirinya diperiksa penyidik KPK. Padahal, pihak KPK sebelumnya telah menerangkan bahwa kedatangan Mahfud terkait pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Bonaran.

Semakin janggal, ketika Mahfud mengaku diminta untuk menjadi saksi meringankan oleh Raja Bonaran Situmeang. Namun, dia menolak bahwa kedatangannya ke KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi meringankan. Mahfud pun berdalih bahwa kedatangannya juga untuk berdiskusi dengan pihak KPK tentang pemberantasan korupsi.

"Bonaran kirim surat kepada saya untuk menjadi saksi meringankan makanya saya datang, saya katakan tidak mau jadi meringankan atau memberatkan. Saya hanya ingin memberitahu fakta saja.  Kalau mau diberatkan, beratkan, kalau mau diringankan, ringankan," tandas Mahfud.

KPK sebelumnya telah menetapkan Bupati Bonaran Situmeang sebagai tersangka perkara suap dalam pilkada Tapanuli Tengah pada 19 Agustus 2014 lalu. Bonaran disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dugaan suap di MK dengan terdakwa Akil Mochtar. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya