Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Diminta Jangan Ragu Eksekusi Mati Gembong Narkoba

MINGGU, 07 DESEMBER 2014 | 13:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri Hukum & HAM agar mengeksekusi mati bandar narkoba di Indonesia mendapat sambutan positif dari politisi Senayan.

"Saya rasa keseriusan Presiden soal eksekusi mati ini ditunggu banyak pihak. Bukan hanya saya, namun masyarakat Indonesia pasti akan mengapresiasi apabila presiden benar-benar berani tegas terhadap para bandar narkoba," kata anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi melalui blackberry messenger, Minggu (7/12).

Seperti diketahui, lanjut Aboe Bakar, dari pengembangan kasus oleh BNN, dapat disimpulkan untuk sekian kalinya, jeruji besi dan vonis hukuman mati bukanlah menjadi penghalang bagi para bandar narkoba untuk mengendalikan bisnisnya. Terbukti beberapa waktu yang lalu, terbongkar jaringan pengedar besar narkoba yang dikendalikan dari Lapas Batu, Nusakabangan dan Tanjung Gusta Medan.


Oleh karena itu, jelas legislator dapil Kalimantan Timur ini, ketegasan pemerintah diperlukan untuk membuat efek jera para bandar narkoba. Salah satunya dengan mengeksekusi mati para bandar narkoba.

"Bila tak salah sampai hari ini ada 77 pengedar narkoba yang telah divonis mati, namun baru enam orang saja yang telah dilakukan eksekusi," imbuhnya.

Ia berpendapat jika pemerintah sebelumnya telah berani melakukan eksekusi mati para teroris bom bali, maka seharusnya nyali yang lebih besar dimiliki pemerintah Jokowi untuk mengeksekusi para bandar besar narkoba. Karena kerusakan yang ditimbulkan mereka ini jauh lebih parah dari para napi yang lain.

Patut disadari, gara-gara peredaran narkoba di Indonesia meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bila sebelumnya berkisar 4,3 juta pengguna narkoba. Saat ini sudah meningkat menjadi 5,8 juta pengguna narkoba. Kasus orang mati karena narkoba juga meningkat tiap hari dari 40 orang menjadi 50 orang. Hal ini belum dampak lainnya, baik berupa kecelakaan, kejahatan ataupun persoalan rumah tangga.

"Oleh karenanya, keberanian dari pemerintah ditunggu agar mengurangi berbagai dampak dari peredaran narkoba tersebut," pintanya.[wid]



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya