Berita

sby/net

Sudah Saatnya Demokrat Hengkang dari KMP

MINGGU, 07 DESEMBER 2014 | 00:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono, atau SBY, bisa belajar dari pengalaman masa lalu saat sepuluh tahun menjadi Presiden. SBY harus menjadikan pelajaran dari rongrongan Golkar maupun PKS di Sekretariat Gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)di masa lalu dalam membangun koalisi permanen d Koalisi Merah Putih.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 7/12). 

Pernyataan Ari ini terkait dengan pilihan politik Partai Demokrat untuk menjadi kekuatan penyeimbang pasca Musyawarah Nasional Partai Golkar di Bali kemarin memutuskan untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Perppu Pilkada).


Keputusan Golkar ini tentu saja sangat melukai SBY. Sehingga SBY meminta fraksinya untuk menjalin komunikasi yang intens dengan PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat guna menggalang suara di parlemen nanti agar mendukung Perppu Pilkada.

"Posisi penyeimbang Demokrat hendaknya lebih dipertajam. Cukup sudah bagi SBY untuk membawa perahu Demokrat berada di dermaga KMP, saatnya membentangkan layar Demokrat menuju pantai KIH," kata Ari, yang merupakan pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI).

Tentu saja, lanjut Ari, SBY tidak ingin legacy di akhir masa jabatannya berupa Perppu Pilkada digagalkan oleh sikap tidak gentleman dari Golkar, PKS atau Gerindra untuk berbalik menolak Pilkada.

"Kalau PAN saya yakin akan segendang sepenarian dengan irama besan. Maksudnya Hatta Rajasa pasti akan mementingkan misi besannya yakni SBY ketimbang selalu menghamba pada bekas sekondannya di pilpres kemarin," demikian Ari Junaedi, yang juga dosen di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya