Berita

Olahraga

Siwo Jaya Bekuk Tim Unggulan DIY 2-1

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 18:45 WIB | LAPORAN:

Juara bertahan tim sepak bola Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) DKI Jakarta Raya (Jaya) berhasil membekuk tim unggulan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta 2-1 pada laga penyisihan kedua Grup B invitasi sepak bola Liga Siwo 2014 di Lapangan Nanggala, Menanggal, Surabaya, Jumat (5/12).

Dua gol DKI Jaya dicetak Gerry Firdaus  (9') dan Lody Hutabarat (32'), sedangkan gol DIY dibuat Ivan Aditya (penalti 28'). Dengan hasil itu, DKI Jaya memimpin klasemen sementara Grup B dengan raihan nilai maksimal 6 poin. Raihan sekaligus menempatkan DKI ke babak semifinal. DIY di urutan kedua dengan tiga poin.

Jatim B yang pada waktu yang sama mengalahkan Jabar 4-2 di Lapangan Jenggolo, berada di peringkat ketiga, sama mengoleksi 3 poin, kalah selisih gol dari DIY, sedangkan Jabar menempati juru kunci dengan 0 poin. DKI tinggal menyisakan satu laga melawan Siwo Jawa Barat (Jabar) di Lapangan Jenggolo, Sabtu (6/12) pagi. Hasil imbang sudah cukup buat DKI Jaya untuk memastikan diri sebagai juara Grup B.


Pada laga lainnya, DIY akan terlibat 'perang bubat' dengan Jatim B untuk memperebutkan satu tiket semifinal mendampingi DKI Jaya yang penampilannya di Liga Siwo 2014 ini didukung oleh KONI DKI Jaya, Djarum Foundation, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), produsen rumput sintetis Greenfields, Mahaka Groups, Sinar Mas Land, dan Adidas.

Laga DKI Jaya menghadapi DIY berjalan cukup ketat. DKI yang turun dengan winning team, kali ini harus berjuang ekstra keras menghadapi permainan cepat anak-anak muda dari Yogyakarta. Namun berkat pengalaman dan mental juara, DKI mampu unggul lebih dulu melalui sundulan Rizal Fahlevi (9') memanfaatkan umpan tendangan sudut.
Gol itu sempat membawa DKI di atas angin. Di sisi lain, DIY yang dimotori kapten tim, Fakhrizal mencoba bangkit bermain cepat.

Tekanan pemain DIY berbuah hasil menit ke-28. Wasit Solihin memberikan hadiah penalti ke DIY, setelah fulbek DKI Jaya Bukti 'Choki' Sihotang melanggar pemain lawan di kotak terlarang. Ivan Aditya yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya dan menjebol gawang DKI yang dikawal Saiful.

Skor 1-1 membuat tensi laga menjadi lebih 'panas'. Benturan-benturan keras pun terjadi di tengah lapangan. Namun empat menit setelah gol DIY, DKI kembali unggul menjadi 2-1.

Kali ini Lody Hutabarat sukses menjebol gawang DIY, memanfaatkan umpan tarik il Capitano Iskandar. Skor 2-1 bertahan sampai babak pertama usai.

Di babak kedua, permainan imbang dan keras terjadi di tengah lapangan. Alhasil laga pun semakin menarik. Pelanggaran-pelanggaran pun dilakukan kedua tim. Akibatnya, wasit harus mencabut tujuh kartu kuning untuk Rizal Fahlevi, Bukti Sihotang, dan Junaedi (Siwo Jaya) dan empat pemain DIY. Sampai laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan DKI Jaya tetap tidak berubah.

Pelatih DKI Jaya Faisal 'Crep' Yusuf sejak awal ia memang yakin timnya bakal mampu mempertahankan rekor tidak pernah kalah dari DIY. Namun ia mengakui, DIY memang mengalami perkembangan pesat, terutama dengan pemain-pemain mudanya.

"Dengan pengalaman dan keunggulan teknik para pemain, saya sejak awal selalu optimis bisa menang di laga yang cukup krusial ini. Tapi memang tadi, pemain saya bermain kurang lepas, sehingga sering kehilangan bola. Ini akan jadi bahan evaluasi untuk laga selanjutnya," urai Crep.

Dari kubu DIY, Manajer Tim Janu Ismanto mengaku timnya kalah pengalaman dibandingkan DKI Jaya.

"DKI memang tim yang sulit dikalahkan. Meski secara usia kami memang lebih muda, tapi mampu memaksimalkan kelebihan pengalaman mereka. Hari ini memang kami gagal membalas dua kekalahan kami sebelumnya di Liga Siwo 2013 dan Porwanas, tapi kami siap menantang DKI lagi di final nanti," yakin Janu, yang juga Ketua Siwo DIY ini.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya