Berita

Politik

Puspayoga Dorong Koperasi Eksport Pakaian Muslim

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 16:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Cara bisnis itu harus follow the people. Dari cara ini maka peluang Indonesia untuk memproduksi dan mengeksport pakaian muslim sangat besar. Misalnya ke negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim.

"Atau bisa juga eksport ke China. Pemeluk muslim di China kan banyak. Nah kita, sumber daya manusia ada, sumber daya alam juga ada," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, saat berkunjung ke Koperasi Wanita Setia Bhakti Jawa Timur di Surabaya (Jumat, 5/12).

Koperasi Setia Bhakti Wanita di Surabaya merupakan salah satu koperasi yang menginspirasi. Koperasi ini memiliki 12 ribu anggota yang dibagi ke dalam 420 kelompok. Koperasi ini sudah memiliki aset sebesar Rp 8 miliar.


Dalam kesempatan ini, Puspayoga mengatakan sangat tertarik dengan nilai Tanggung Renteng yang menjadi falsafah koperasi ini. Ketua Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur, Untari, menjelaskan bahwa Tanggung Renteng itu sama dengan Gotong Royong, yang merupakan nilai asli Indonesia sebagaimana digali oleh Bung Karno.

Untari menjelaskan koperasi ini bermula dari arisan kaum ibu. Selain memegang teguh falsafah Tanggung Renteng, koperasi ini benar-benar mencerminkan ajaran Bung Karno, yaitu Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Sebab koperasi ini mandiri dan sama sekali tidak mengandalkan bantuan pemerintah.

Untari juga menegaskan bahwa koperasi ini dengan tegas menolak UU Perkoperasian yang dibuat pada masa pemerintahan SBY. Ia dan rekannya melakukan judicial review ke MK, dan akhirnya MK membatalkan UU itu karena menilai tidak sesuai dengan UUD 1945.

"Kita semua berdoa, yang muslim istighasah yang beragama lain juga berdoa sesuai agama masing-masing. Kita datang ke Jakarta, ke MK dengan biaya sendiri," ungkap Untari, yang juga Ketua Koperasi Wanita Setya Budi Malang.

"Kita gugat UU ini karena pro pada kapitalisme. UU ini merusak sistem Tenggang Rentang dan Gotong Royong. Kalau Pak Puspayoga kami yakin tidak mungkin bela kapitalisme," sambung Untari, yang disambut tepuk tangan hadirin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya