Berita

Menteri Puspayoga/net

Politik

Menteri Puspayoga Mau Evaluasi Sistem Pelayanan KUR

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 14:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Selama ini, seiring dengan nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan cukup besar, pertumbuhan usaha kecil menengah juga cukup meningkat. Ironisnya, di saat yang sama, ternyata non performing loans (NPL) atau kredit macet dalam rata-rata nasional juga tinggi, sekitar 4,2 persen.

"Pasti ada yang salah dengan pelayanan dan penyaluran KUR selama ini," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi se-Jawa Timur di Kantor Puskud Jatim, Jalan Kemayoran Baru, Surabaya (5/12).

Karena itu, Puspayoga mau Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) memang fokus pada KUR. Selain itu, nilai KUR juga jangan lebih dari 20 juta, yang artinya kredit itu benar-benar untuk usaha rakyat, dan bukan untuk usaha besar.


"Usaha besar-besar ini, debitur besar di atas 100 juta ini yang justru ada yang biasa ngempang kredit. Sementara usaha rakyat kecil tidak suka ngemplang kredit, dengan NPL rata-rata sekitar 1 persen lebih. Kita mau KUR benar-benar untuk usaha kecil," ungkap Puspayoga.

Puspayoga, yang datang dari Bandara Djuanda ke lokasi acara dengan menggunakan mobil kijang innova ini pun memastikan KUR akan tetap jalan.

"Tentu dengan evaluasi sistem pelayanan yang akan kita ubah, agar lebih baik lagi demi kesejahteraan rakyat," demikian Puspayoga. [ysa]