Berita

ilustrasi/net

Jangan Sampai Gerakan Hidup Sederhana Cuma Pencitraan dan Tak Masuk Akal

KAMIS, 04 DESEMBER 2014 | 19:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam batas tertentu, Gerakan Hidup Sederhana yang digelorakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnadi, pantas untuk diapresiasi. Misalnya terkait dengan pelarangan rapat di hotel atau keharusan penyajian konsumsi yang mesti bermuatan lokal.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Budget Control (IBC), Akhmad Suhaimi. Namun Suhaimi juga mengingatkan agar penghematan ini juga tidak menghambat program-program pro rakyat. Artinya, penghematan ini mesti hanya pada operasional pejabat saja.

"Jangan sampai juga gerakan hidup sederhana  ini hanya menjadi panggung pencitraan bahkan membatasi hubungan sosial seorang pejabat negara dengan masyarakat," kata Suhaimi kepada RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 4/12).


Suhaimi sendiri menilai Program Hidup Sederhana  yang digalakkan Menteri PAN dan RB ini sudah dapat dikatakan mendekati program sederhana kebablasan dan tak masuk akal. Misal, meminimalisir tamu undangan resepsi pernikahan anak pejabat. Padahal jelas acara semacam resepsi pernikahan, pesta atau acara keluarga pejabat tidak dibiayai negara.

"Kuantitas undangan bukan menjadi tolok ukur kesederhanaan seorang pejabat. Ini bahkan dapat membatasi silaturahmi seorang pejabat dengan tetangga dan pihak lain," ungkap Suhaimi.

Sebelum Surat Edaran tentang Gerakan Hidup Sederhana itu lahir, lanjut Suhaimi, aturan yang selama ini ada sudah cukup baik. Misal ketentuan batasan pemberian seseorang pada pejabat negara melalui ketentuan larangan gratifikasi.

"Saya salut dengan panglima TNI kemarin ketika menikahkan anaknya, panglima sebagai pengundang memberi ketentuan bahwa yang hadir tidak boleh membawa kado," ungkap Suhaimi, sambil mengatakan sikap Panglima ini lebih baik dari pada membatasi  undangan pejabat yang malah bisa menjadi bumerang.

"Bisa saja seseorang sudah mempunyai banyak kolega, lalu kolega menjadi atal hadir karena adanya edaran KemenPANdan RB. Surat edaran tentang Gerakan Hidup Sederhana bahkan melahirkan ketersinggungan. Dapat dibayangkan seseorang yg mempunyai teman alumni sekolah dengan ratusan jumlahnya, lalu tak jadi diundang karena hanya dia pejabat," sambung Suhaimi.

Suhaimi mengusulkan agar Serat Edaran itu dievaluasi saja agar lebih efektif dan menjaga kewibawaan pemerintahan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya